Berkembangnya ketidakdewasaan pribadi seseorang dipengaruhi banyak hal, seperti pengalaman buruk masa lalu, pengasuhan orang tua yang tidak efektif, kondisi fisik kurang menguntungkan, kecenderungan sifat bawaan, factor keturunan dan nilai-nilai masyarakat sekitar yang kurang mendukung. Untuk ringkasnya dibagi dua factor Internal (nature) dan eksternal (nurture). Mengenai mana yang paling berperan,sampai saat ini para ahli masih menyakini gabungan dari kedua factor tersebut menjelaskan mengapa seseorang menunjukkan kepribadian tertentu, termasuk ketidakdewasaan dengan variasi pada masing-masing individu.
Banyak contoh di masyarakat kita bahwa ketidakdewasaan seseorang banyak disebabkan oleh pola pengasuhan orang tua. Misalnya tiga bersaudara di dalam rumah, sang adik yang lebih dimanjakan oleh sang ibu akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang dewasa pada umur kronologis(biologis)nya dibandingkan kedua kakaknya. Bisa jadi pola yang diterapkan sang ibu pada adik berbeda dengan pola pada anak lain karena ia besar tanpa ayahnya. (ayahnya meninggal saat anak bungsu masih kecil).
Pengasuhan
Pengasuhan adalah serangkaian perbuatan dan interaksi orang tua yang bertujuan mendukung perkembangan anak, merupakan proses orang tua dalam berinteraksi dengan anak, berlangsung terus menerus antara orang tua, anak dan lingkungannya. Pengasuhan bukan proses satu arah hanya orang tua yang berpengaruh kepada anak, tetapi merupakan interaksi timbal balik antara mereka yang juga dipengaruhi factor lebih luas, seperti budaya dan social.
Beberapa factor yang berpengaruh terhadap pengasuhan diantaranya karakteristik dan kepribadian serta pengalaman masa lalu orang tua, karakteristik dan kepribadian anak (misal anak kaku dan mudah membujuk) serta konteks pengasuhan (seperti status social ekonomi, struktur keluarga, urutan kelahiran anak, jumlah orang tua dalam keluarga, jarak usia antar anak). Dengan demikian pengasuhan antara orang tua dan anak yang satu bisa berbeda dengan anak yang lain.
Penanganan
Pada contoh kasus di atas maka cara paling efektif adalah dengan mengubah pola pengasuhan yang terjadi antara ibu dan adik bungsu. Dalam hal ini, ibu harus lebih tegas dan asertif menghadapi anak bungsunya. Bila menemui kesulitan maka dapat dicarikan orang ketiga, yaitu orang yang mempunyai wibawa di mata ibu, bisa anggota keluarga sendiri atau pergi ke konsultan ahli.
Di sisi lain, anggota keluarga yang lain, yaitu kakak-kakak, dapat membantu misalnya dengan cara mendekati atau meminta bantuan teman-teman adik bungsunya untuk memberi penyadaran pada sang adik, atau dengan menunjukkan sikap tegas misalnya dengan mengonfrontasi adik mengenai pengetahuan kita tentang nilai buruk adik bungsu. Hal ini tentunya dapat dilakukan bila kakak-kakak sudah menunjukkan sikap terbuka, akrab, tetap mengasihi dan peduli kepada adik maupun ibu.
artikelnya bagus,… pas banget buat seorang ayah yang masih perlu banyak belajar dekat dengan dunia anak2.. kaya ane… hehehe… harapannya artikelnya masih bersambung.
bagus juga klo bisa kasi ulasan yang lebih spesifik ttg psikologi anak…
keep writing….
wah kok bisa bareng ya mas.. kita ngebahas dengan soal kedewasaan ya hehe saling melengkapi semoga..
salam
setuju.. tua pasti, dewasa pilihan! hihihi
@ firman : iya..nanti coba nda angkat tema tentang psikologi anak..berdasarkan pengalamn pribadi aja..hehe
@ shanty : bener tu..dewasa pilihan..klo tua pasti..( coba ya tua juga pilihan..jadi muda mulu deh…heheh..)
@ suklowor : iya mas..saling melengkapi..thks dah mampir..
@ suklowor : iya mas..saling melengkapi..thks dah mampir.. ( eh..saya kok dipanggil mas ya…heheh.)
kedewasaan menurut islam gmana bu? mohon penjelasannya….
menurut islam dewasa itu Baligh, nah ukuran umur baligh tu gimana bu? kirim keb email saya ya bu. gagalpanen@gmail