Sebagai perempuan, aku termasuk orang yang ga rapih-rapih amat. Jika menengok kamarku khususnya saat masa sekolah, maka biasanya buku-buku baik buku pelajaran, buku bacaan atau buku tulis sering tampak berserakan di meja atau tempat tidur
. Entahlah..kadang kamar yang selalu tampak rapih bagiku seperti kamar tanpa penghuni dan tanpa aktifitas…
apalagi jika buku-buku yang ada di kamar itu selalu tetap berada di tempatnya… heheh.. sepertinya mereka hanya jadi hiasan saja dan aku mengartikannya buku-buku itu tidak pernah dibaca. ( ini namanya pembelaan diri alias ngeles.. !! )
Biasanya hanya 3 – 4 hari sekali saja kamar itu aku rapihkan. Buku dan barang-barang lain aku simpan kembali ke tempatnya dan beberapa jam kemudian kembali berantakan…. !!
Entah ada kaitannya atau tidak.. katanya, orang yang ‘ga rapih’ biasanya tulisannya pun jelek… aha….ini berlaku bagiku… !!! Tulisanku sejak dulu memang jelek kayak ceker ayam. Seingatku, teman seangkatan di masa kuliah yang melakukan pe de ka te dengan cara klasik, yaitu meminjam catatan kuliah akan kapok melakukan strategi itu dan harus membuat strategi baru atau memutuskan untuk minggat saja… hahaha….
Ada juga yang mengaitkannya dengan cara aku berbicara yang temponya sangat cepat seperti kereta api. Mungkin juga ya.. karena bawaanku ingin cepat selesai, maka saat menulis pun temponya sangat cepat hingga tulisan itu seperti tulisan sandi…. bisa saja tulisanku lebih bagus tapi tentu membutuhkan waktu yang lebih lama.. heheh.. ….( ngeles lagi… !!).
Dan tentang tempo berbicara yang cepat ini, ada dua hal yang aku ingat hingga kini :
Pertama, dosenku dulu sempat memberikan komentar saat aku selesai memberikan asistensi praktikum mata kuliahnya… “ceu.. iceu kalo ngomong memang cepat ya… “.. “ hehe.. iya.. maaf pak.. sudah bawaan orok…… “ .. ….. ” … ooo gitu ya… “ tampak raut muka dosen yang gondok dengan jawabanku dan dosen itu tak memberikan komentar lagi.. dalam hatinya pasti ia berkata.. “bisa aja lu ngeles… !! “…
Kedua, saat diskusi di depan kelas tentang tatalaksana pemeliharaan ayam.. seharusnya aku mengatakan : “salah satu cara menurunkan suhu di dalam kandang adalah dengan mengecat kandang ayam dengan warna yang tidak menyerap mudah panas…” dan saking cepatnya, maka kalimat yang keluar dari mulutku adalah….”. ..caranya adalah dengan mengecat ayam dengan warna yang tidak mudah menyerap panas…. “ sontak saja semua teman satu kelas tertawa…
PS : walau kurang rapih tapi kebersihan tetap nomor satu..
waduh… mau berbagi cerita aj nih sedikit.
tulisan saya sejak sd sampai kuliah sepertinya tidak ada perubahan. tetap jelek seperti sedia kala. dan sekarang saya sudah bekerja. atasan saya suka marah2 karena kasulitan membaca tulisan tangan saya. huhuhu. rasanya gimana gt, apalagi pekerjaan saya sekarang memang dituntut untuk rapih tulisan tangannya. hemmmm… rasanya malu udah tua tp tulisan kayak cakar ayam….