Sang Penghujung

aku mencintai sejuk airnya
bersuka ria
hingga aku ikuti arusnya
deras…
berikut kayu yang terhanyut..
berikut batu yang tak sanggup menahan
berikut daun yang hanya mampu pasrah
berikut ikan yang tak mampu berenang
tak ada ujung yang ku tau harus menepi
belum pernah aku tau muaranya
belum aku tau dimana akan menjadi payau
dan aliran itu tak lagi deras

teriakan ku tak lagi didengar…
habis sudah ditelan gemercik yang enjadi gemuruh
sungguh…
batin ku telah terhanyut.. aku tak kuasa lagi melawan
sungguh…
mengapa sungai hanya membuat arus tanpa dia terhanyut
sungguh
tidak mungkin aku menjadi sungai lain
sungguh
aku telah terhanyut.. aku tak mampu menepi
sungguh
aku takut tengelam dan tak mampu bernafas lagi
sungguh aku takut … tak akan menikmati sejuknya airmu dipagi hari
tidakkah sungai yang berkuasa
tidakkah sungai sang pencipta
tidakkan sungai sang takmampu

tidak.. aku menjerit tidak..
karena sungai juga tak mampu mengikuti arusnya..
karena sungai hanya menghempaskan… meremukkan tanpa merasakan

banner ad


2 Responses to “Sang Penghujung”

  1. some map says:

    arus itu tidak akan menghanyutkan namun akan membawa kau dan dia menepi ke tempat indah yang sejak lama diimpikan hingga tak ada alasan untuk menyimpan rasa takut…

  2. pendekar artikel says:

    buang energi negatif, undang energi positif
    ubah negatif thingking menjadi positif thingking setelah jd positif thingking ubah jadi positif feeling. good luck

Leave a Reply