Aku ingin menuliskan namamu dalam setiap lembar kalbuku
Namun aku takut kau tak akan ada disampingku…
Aku juga ingin memenjarakanmu dalam hatiku
Namun ku takut kau tak inginkan itu..
Lalu aku mengumpulkan butiran pasir
menyusunnya menjadi setapak jalan yang mungkin akan aku lalui sendiri
hanya sendiri.. suatu hari nanti..
Ahh…haruskah aku takut setelah sekian banyak janji terucap.
Haruskah aku sendiri setelah banyak rencana dibuat..
Haruskah aku susun kembali altar suci dari kepingan mozaik …
Haruskah aku bertanya setelah seribu tanya terjawab..
Kini…
Aku hanya ingin mendengar suaramu..
Mendengar kau memanggil aku dengan bunda..
Mengetahui bahwa kau baik-baik saja disana..
Mengetahui bahwa kau juga merindukan aku seperti aku di sini..
Mengapa begitu sulit..
Mungkinkah rindu itu begitu mudah terhapus..
Seperti jejak terhapus hujan..
Atau seperti pasir tersapu arus..
Para dewa..Jangan biarkan aku menyusun setapak jalan itu sendiri kembali…
Ungkapan yg indah
Penuh ruh
Dasyat sobat
@achoey : makasi mas…saya percaya setiap tulisan punya ‘ruh’termasuk tulisan mas juga…yuk keep writing…!