Semua mencela namanya
mencibirnya seperti seorang sampah
menempatkannya pada posisi yang teramat hina
bahkan untuk menghela nafas sekalipun
baginya berlaku peraturan untuk tidak boleh bertanya
apalagi cemburu
pada lelaki yang dicintainya
pada lelaki yang disayanginya…
mungkin karena memang tak pantas
atau hak nya sebagai manusia telah terampas
bukankah pertanyaan itu akan dikembalikan padanya
padanya yang sudah terlanjur cela
maka ia hanya akan duduk terdiam menghukum dirinya
dan jika masih ada jiwa
ia akan melanjutkan hidupnya, memperbaikinya
agar mereka tak lagi mencela namanya…..
(1)
Maukah kau aku cintai
Aku sayangi
Aku rindukan
Dan Aku inginkan
Maukah kau menjadi yang terakhir
Menemani aku hingga di penghujung usia
Menjadi Yang pertama aku lihat saat terbangun di pagi hari
Terbanglah bersama aku
Melewatkan setiap detik jam
Bersama berirama dalam detak hati
Berlarilah bersamaku
Meninggalkan luka di hari yang lalu
Menutup lembar masa dahulu
Menggantinya dengan asa bahagia
Takkan ada yang dapat menandinginya
Karena cinta yang aku miliki hanya aku yang memiliki
Karena cinta ini begitu murni
Karena aku tak peduli…
(2)
Aku akan tetap pada pendirianku
Bahwa aku mencintaimu
Karena aku yakin dengan cinta ini
Sebesar apapun kau mencoba membunuhnya
Cinta ini akan tetap ada dalam damai
Dalam kisah sepanjang masa
Dan terukir indah dalam dasar samudera diri
Pernahkah kalian merasakan ini
Akupun tak pernah sebelumnya
Tak pernah membiarkan diri terjerat
Membiarkan diri jatuh hingga tak tahu jalan untuk kembali
(3)
Dan jika kita tak sampai di ujung jalan
Aku tak tahu mengapa
Aku tak akan bertanya karena percuma
Karena sebenarnya jalan itu kita sendiri yang membangunnya
Dan jika tak sampai di ujung jalan
Mungkinkah aku masih memiliki jiwa
Masihkah ada jalan untuk aku pulang
Atau jalan untuk sekedar memberi udara bagi dua jiwa yang tersisa
Dan jika tak sampai di ujung jalan
Mungkin aku akan bahagia dalam lara
Karena aku akan kembali berhak bertanya dan cemburu
Namun aku kehilangan cinta
Dan Perempuan lain itupun akan melanjutkan hidupnya
Hanya demi dua jiwa
Hingga semua tlah usai
Hingga usai diujung jalan yang lain.
ass.
menarik sekali.
sangat gembira datang ke rumah ini di pagi yang indah dengan suguhan puisi yang indah dan terus terang sulit saya pahami, saya penggemar puisi tp kadang sulit memaknai sebuah puisi secara mendalam.bagi saya puisi indah itu ketika jalinan kata-katanya yang sepadan dan menggali sesuatu yang tidak pernah digali.semoga ya,ceu?
wassalam
ini lagu ya ceu? sedih..
@ neng rara : hehe…makasi..ini cuma coret-coret aja..ga tau deh jadinya apaan..hiks
@ shanty : wakakakk..emang ada kata2 yg diambil dari lagu ( ssstt…) jadi ini puisi atau lagu..yang bikin aja bingung..
puisi yg indah
tentang perempuan ya…
perempuan adalah makhluk terindah yg ada di muka bumi, sehingga banyak lelaki yg tdk terkendali dlm mengagumi keindahan tersebut.
waduh saking semangatnya nulis koment, sampe salah ngetik alamat email, jd kena moderasi deh komentnya.. diapprove ya koment yg sebelumnya…
Puisinya bagus banget, kok bisa sih merangkai kata2 yang bagus begitu? Maknanya juga dalam. Satu lagi, aku suka pic nya.
Kenapa harus di cela sis?yang seharusnya di anggunkan? hehe.a nice puisi sis.Yah begitulah wanita dari dahulu kala sudah takdir menjadi manusia lemah.
@ acha : ya..perempuan adalah makhluk indah..
@ ani : hehe..makasi mba..ini iseng aja kok..ga ada pengalaman apalagi bakat bikin puisi..
@ aisha ; thanks.. kelemahan perempuan seringkali menjadi kekuatannya…kekuatan menghadapi kaum pria dan kekuatan menghadapi dunia..
perempuan lain berhak mendapatkan cinta yang sama banyaknya
@ guskar : sepakat.. makasi dah mampir..
dilema yah…
kalau belum pernah ada di posisi orang yang dibilang “lain” pasti belum bisa ngerti rasanya kaya apa
saya dikit2 bisa
@ natazya : saya juga bisa kok sis…
is the best……….
@ b. ariyanto : what.. the best ..?
ceu, dr kemarin2 buka artikel “What is Success Means for You?” kok nggak muncul kolom comment-nya ya.. kejadian ini persis ketika saya klik : Indonesia kembali diteror BOM.