Media Masa dan Kita

Makasi buat semua sobat yag udah kasih koment di ‘ada apa sih dengan Malaysia’.  Sengaja aku bikin ucapan ini dalam satu posting karena aku bangga, rasa cinta atas bangsa ini masih panas berkobar…  (caileee.. ga lebay kan..?).  tapi pasti itu bener kan…?!

Saat aku publish coretan itu, sebenarnya di televisi  juga lagi heboh kasus Manohara.  Tapi tak ada sedikitpun aku mebuat ulasan tentang Manohara di coretan itu.  Tanpa mengecilkan rasa simpatiku pada Manohara, aku merasa kasus tkw dan Ambalat jauhhhh lebih penting dan perlu concern kita lebih serius.   Sebenarnya, saat itu aku tidak paham dengan logika MEDIA MASA, kasus Manohara begitu heboh diberitakan, selama berhari-hari menjadi headline news, tayang di hampir semua stasiun televisi, menjadi topic perbincangan acara talk show dan tentu saja berita utama di acara-acara gossip.  Sementara kasus penyiksaan kejam kepada pahlawan devisa bangsa ini tidak sebesar jasa yang diberikanya.

Manohara, cantik, muda dan mungkin dari keluarga cukup mapan, di usia sangat muda berkenalan dengan seorang pangeran, sempat menikmati kehidupan mewah, berbelanja, berlibur di atas kapal pesiar dan lain-lain, namun sayang, akhir ceritanya tak seperti kisah Cinderella.  Aku cukup simpati atas kekerasan yang diterimanya dan syukurlah bahwa ia memiliki cukup kekuatan untuk melawan sang pangeran dengan membawa kasus ini ke jalur hukum dengan dukungan para pengacara top negeri ini.  Sementara Siti Hajar, dan siti-siti yang lain hampir dipastikan tidak memiliki kekuatan selain pasrah atas nasibnya dan mengandalkan kepedulian bangsa ini dalam membela haknya.  Aku pikir, disinilah peran media masa sangat penting…!!

Pelarian Siti Hajar dari apartemen majikannya bisa jadi jauh lebih heboh dari pelarian Manohara, namun luput dari pemberitaan.  Siti Hajar kabur pada tengah malam, bersembunyi di balik semak-semak dan kabur pada pagi harinya dengan sebuah taxi, thanks god… dia bertemu seorang sopir taxi yang baik dan mengantarnya ke KBRI bahkan memberinya uang.  Akhirnya ia dapat bertemu kembali dengan keluarga dan dapat pulang ke tanah air dengan membawa cacat permanen di tubuhnya.

Ambalat adalah masalah kedaulatan dan harga diri bangsa, aku yakin semua sobat juga sepakat dengan itu.  Masalah itu akan selamanya menjadi masalah prioritas bagi kita semua.

Finally… thanks for all… Keep our eyes open to

anything case related Nation Honor….!!!

banner ad


6 Responses to “Media Masa dan Kita”

  1. guskar says:

    sejak dibubarkannya dept penerangan, dan semua orang bebas membuat media kita sebagai pembaca dapat memperoleh informasi yg sangat penting hingga informasi yg remeh temeh. dan seleksi alam akan berlaku, hanya media yg bermutu saja yang akan bertahan dan dicari oleh pembacanya.

  2. ceuceusovi says:

    @ guskar: yup..sepakat..!! sejalan dengan semakin pintarnya rakyat Indonesia ya.. thks..

  3. mr psycho says:

    kalau mau bikin kasus heboh,jangan sekarang deh,ketutup sama liputan kegiatan capres hehehe (dasar psycho!)
    PS:untuk kasus Manohara,awalnya saya bersimpati,taapi belakangan agak berkurang,bukan hanya karena kacamata Gucci dan tas Hermes-nya,tapi terkesan terlalu di dramatisir

  4. ceuceusovi says:

    @ mr psycho : hehe..betul..betul.. tas sama kacamata nya.. mencolok dengan cerita keprihatinan yang dibawanya..

  5. Abdul Cholik says:

    Dengan penuh kasih sayang kepada sesama dan dengan rasa bangga saya persembahkan sebuah award untuk adinda dengan harapan agar award ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkarya dengan artikel-artikel menarik dan bermanfaat.
    Selamat,terima kasih dan salam dari Surabaya.

  6. Selamat ya mba dan good luck selalu!…

Leave a Reply