Maaf Aku untuk Mama

Hari Kamis sore, beberapa (puluh) tahun yang lalu, seorang wanita setengah baya melahirkan anak ke empatnya.  Sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang, dengan sisa tenaga yang dimilikinya wanita itu berhasil melahirkan seorang bayi mungil ke dunia dengan selamat dan sehat.  Berat bayi itu 3 kilogram lebih dengan panjang 48 cm.  Beberapa saat kemudian, bayi sehat itu diberi nama Aku.  Sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga besar sang mama, setiap ada anggota keluarga baru, maka kedua orang tuanya akan meminta nama dari Aki.      ***Aki yang dimaksud adalah bapak dari sang mama.  Aki, R. Wirianata, adalah seorang guru bahasa.  Ia sangat fasih berbahasa Belanda, Inggris dan Jerman.  Saat aku SD, aku yakin bahwa Aki adalah ‘orang besar’.  Banyak yang menyebutnya sebagai manusia setengah wali.  Ini tak berlebihan karena kharismanya memang sangat terasa, even aku masih anak kecil waktu itu.  Hingga aku SMA, setiap bertemu Aki, nasehat yang diberikannya pastilah..” harus hidup jujur, dahulukan membayar kewajiban2 pada negara, seperti bayar listrik dan air :) ,  jika nanti sudah besar, kalo bisa jangan jadi polisi, hakim dan pegawai pajak..karena tanggung jawabnya berat “ *****    Nama yang diberikannya sungguh sederhana namun mengandung doa yang indah… sofiati..  semoga memiliki hati yang baik.. aminn.

mama dan aku (3 bln)

Sang mama adalah wanita sederhana, dan diantara saudaranya yang lain, hanya ia lah yang menjadi ibu rumah tangga tulen.  Aku tahu betul, ia sebenarnya wanita cerdas, daya ingatnya kuat dan pandai berbahasa inggris.  Bayi keempat yang ia lahirkan tempo hari, tak pernah ia suruh bekerja mengerjakan pekerjaan rumah.  Ia hanya ingin anaknya belajar dan memikirkan sekolah saja.  Tanpa seorang pembantu di rumah, ia mengerjakan seluruh urusan rumah tanpa mengeluh.  Ia selalu membuat kue-kue ringan jika aku dan saudaraku yang lain sedang belajar.  Aku yakin yang ia minta dari anak-anaknya hanyalah menjadi orang yang hidupnya ‘lurus’.  Ia sering berkata, yang bisa ia berikan hanyalah doa.

Ahh… ia tentu tidak sadar bahwa hingga menjadi aku sekarang..  itu karena tdo’a, enaga, pikiran, darah dan air matanya…  Sungguh luar biasa engkau Ma..

bocah aku saat 3 thn

bocah aku saat 3 thn

Bocah keduaku saat 3 bln

Bocah keduaku saat 3 bln

Kini, aku telah menjadi bunda dari dua orang manusia.  Banyak wejangan yang dulu aku terima, kini aku sampaikan pada dua bocahku.  Dari sang mama, aku belajar menjadi orang yang sabarnya seluas samudera.. sekuat batu karang.   Kini, aku merasakan betul sakit yang pernah mama rasakan saat tidak mampu memenuhi permintaan anaknya.  Jika teringat itu, maka aku yang kini telah menjadi seorang bunda hanya bisa menangis dan bersujud memohon maaf.

Aku juga dapat merasakan bahagianya sang mama saat anaknya dapat menjadi penghiburnya.  Suatu hari, pernah aku kedapatan sedang menangis oleh anak gadisku..lalu.. dengan setengah berbisik ia menasehati adiknya yang sedang ribut.. ‘ssttt… dede jangan berisik..kasian bunda lagi sedih.. ! ‘.. ufff.. aku kembali menangis bahagia.. sekilas ingatannku kembali ke masa lalu.. pernahkah aku menjadi penghibur mama… ?

Mama..
Akan aku tempatkan selalu engkau di atas kepalaku
Akan kupastikan langkahku selalu dalam doamu
Takkan ku biarkan satu titik saja airmatamu jatuh
Satu titik saja
Tak akan..

Mama..
Andai saja waktu bisa kembali ke masa lalu..
Akan kutarik semua laku dan kataku
Laku dan kata yang menyakiti ulu hatimu..
Aku tak tahu
Engkau mungkin pernah menangis di balik bilik bambu rumah itu

Kini
Sang waktu telah berputar jauh meninggalkan
Sukmaku sebagai bunda
Nuraniku sebagai bunda
Dan kuatku sebagai bunda
Adalah karena petuah dari engkau… Mama..


Minggu depan aku mungkin pulang kampung.. tentu akan bertemu dua bocahku, apih dan mama… sudah lama tak minum teh bersama mereka..  Hari Ibu tanggal 22 Desember nanti hanyalah momen untuk mengingatkan kita semua betapa mulia makhluk bernama Ibu/Mama/Emak/Bunda…  Dan untuk semua Ibu di dunia… :

You are like the sun in a day.. like the moon in a night.. like a compass when we get lost.. Thank you..

Tulisan ini diikutkan dalam acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu di guskar.com dalam rangka peringatan Hari Ibu.

banner ad


25 Responses to “Maaf Aku untuk Mama”

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Berbanggalah para waniuta yang menjadi seorang mama.

  2. nakjaDimande says:

    mama, wakil Allah dimuka bumi untuk menjaga kita.. tugas yang sangat mulia. ceuceu sekarang juga sedang melakukan tugas yang sama, berkah Allah disetiap langkah seorang ibu.. amin

  3. 'dee says:

    ah… tulisan yang sangat menyentuh… salam kenal… d.~

  4. hanif says:

    Aku juga belum bisa membahagiakan simbok…hiks..hiks..

  5. wi3nd says:

    its so touchi..

    **jadi kan9en sama ibu… :(

  6. salam
    ada kerinduan yang sangat pada sosok itu..oh ibu maafkan anakmu ini.

  7. guskar says:

    akhirnya sang juara mengarang tingkat kelas ikutan karnaval blog.
    membaca artikel ini jd tau, knp ceu jd sering jd juara ternyata sang kakek menitiskan ilmu ke cucunya :)

  8. dinoyudha says:

    Ibu sosok manusia yang mulia..

  9. KutuBacaBuku says:

    amazing notes dari seorang anak yg juga seorang ibu. Kang Guskar mang pas banget bikin karnaval ini menjelang hari ibu. BTW, kutu juga ikutan karnaval itu koq mbak, dicomment juga yah, hee …

  10. Nanang says:

    ternyata setiap orang punya kisah yang menarik dalam hidupnya. Ibu adalah sosok yang bisa mengeluarkan air mata dan melembutkan air mata dikala kita mengenangnya.

  11. nh18 says:

    Hajatan mas Guskar itu memang patut diacungi jempol …
    Membuat kita terus mengingat Ibu kita …
    Wanita luarbiasa yang melahirkan kita

    Terima kasih Mas Gus

    Salam saya

  12. mr psycho says:

    salam ya buat mama .. semoga waktu berkumpul nanti akan dimanfaatkan secara maksimal bersama seluruh keluarga

  13. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Di penghujung malam, salam kenal ah
    Salam Takzim Batavusqu

  14. Yessi says:

    bahagianya masih punya mama saat sudah jadi mama..
    salam hormat buat mama ya, mb :)

  15. nurhayadi says:

    Numpang bersenandung ya mbak…. tapi bukan ngamen lho…
    IBU
    Memandang ke dalam luka hidup mu
    Kutemukan kehangatan cinta
    Pengorbanan tuk dewasakan ku
    Membunuh segala lelah di jiwa
    Tak akan terganti walau sedaya upaya kulakukan

    Berjuang antara hidup dan mati
    Pedih perih sertai terluka
    Menyapih kasih sang buah hati
    Senda gurau buatku bahagia
    Tak akan terganti walau sedaya upaya kulakukan

    Ada dan tiada kan selalu kucinta
    Untaian do’a dan pengabdianku anakmu
    Ampuni segala dosa dan kesalahan
    Berilah bahagia dengan indahnya kasih-Mu
    Damai dalam keabadian
    (Shaffix)

  16. mamah aline says:

    begitu hebat seorang mama, yang berkorban tenaga, tak ingin anaknya mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena ingin anaknya jadi seorang yang berguna dan berbudi

  17. guskar says:

    Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

  18. kaskuser says:

    so sweet mengharukan :(

    Hi salam kenal just blogwalking doang. main dong ke blog saya

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/

    dijamin bikin KETAGIHAN..!!!

    salam

    (^_^)

  19. ceuceu says:

    @ alamendah : yup.. I am proud to be a mom ..
    @ Bundo : iya Bun.. Ibu adalah manusia luar biasa.. makasi ya..
    @ Dee : salam kenal juga dee… ini tulisan empati.. :) makasi udah mampir sini..
    @ hanif : sama mas.. saya juga belom bisa membahagiakan.. moga dikasih waktu untuk itu ya.. thx
    @ Wi3nd : selalu bikin kangen ya.. ? lebih dari ke yayang ? hehe..
    @ sang pelembut : ibu pasti maafin salah kita..

  20. ceuceu says:

    @ guskar : hehe.. klo menang di karnaval, berarti saya naik derajat.. :) kayaknya baru 1% ilmu dari aki yang bisa saya lanjutkan dan terapkan.. :)
    @ dinoyuda : yup.. betul… !!
    @ kutubacabuku : iya ni..kang gus mantap.. hehe.. pasti saya mampir.. tulisannya pasti oke deh…
    @ nanang : iya..tiap orang pasti punya kenangan, penilaian dan cara untuk menuliskan bagaimana sosok ibu dimatanya..
    @ nh18 : bener banget mas.. tanpa ada acara ini, bisa jadi kita lupa kapan terakhir kali kita menyadari betapa mulia makhluk yg bernama ibu..
    @ mr physco : hehe.. kmrn baru pulkam… acara nya ya kumpul2 gitu..sambil ngobrol..

  21. ceuceu says:

    @ BAtavusqu : hmm…salam taqzim juga… slam kenal juga.. :)
    @ Yessi : makasi ya Yes.. salamnya sudah disampaikan kemaren.. :)
    @ nurhayadi : duh.. mantap bgt… jadi sedih lo mas bacanya…
    @ mamah aline : iya .. saking ingin sukses di sekolahnya, sampe ga pernah nyuruh kerja urusan rumah, untungnya saya tetap lihai menyelesaikan urusan kerjaan rmh saat sdh berumah tangga.. hehe
    @ guskar : acaranya sukses tu Kang… artikel teman2 oke2 bgt….sip..
    @ kaskuser :… waduh… kayak rokok aja..ketagihan :) makasi ya…pasti saya berkunjung balik..

  22. Badruz says:

    hm, jago juga berpusis nih Mba.

    Selamat hari Ibu Mba.

  23. Badruz says:

    Balasannya borongan Mba, makanya jangan terlalu banyak mengelola Blog Mba, he..he…
    Tapi bagus juga sih, membuat orang bingung bagaimana cara mengelolanya. luar biasa tentunya.

  24. Selamat Hari Ibu, Ceuceu.
    semoga Allah swt selalu merahmati semua ibu di negeri ini, amin.
    salam.

  25. ceuceu says:

    @ Badruz : borongan ga papa..ga ada yg larang.. :) makasi ya.. selamat hari ibu juga buat ibundanya mas badruz dan istri di rumah…

    @ bundadontworry : makasi bunda….selamat hari ibu juga buat bunda… senangnya bunda main ke rumah saya… amin atas doanya…

Leave a Reply