Mungkin pandanganku sama dengan individu yang mempunyai peran sebagai pendidik bahwa hal yang paling berat dipikul ketika tugas mendidik itu sedang berjalan dan telah selesai adalah mempertanggungjawabkan secara moral akan kualitas anak didik baik dari sisi kualitas intelektualnya atau bahkan akhlaknya. Pertanggungjawaban moral itu tidak hanya pada siswa itu sendiri namun tentu pada orang tua siswa dan masyarakat. Tidak heran jika pada setiap ujian nasional maka rasa stress tidak hanya melanda siswa yang akan menghadapi ujian, para ortu yang takut anaknya tidak lulus, namun juga para pendidik karena kelulusan peserta didiknya merupakan tanggung jawab moral yang dapat ia berikan atau tunjukkan kepada orang tua dan masyarakat. Tidak hanya sampai disitu, saat mereka masuk sekolah lanjutan atau masuk ke dalam masyarakat dan dunia kerja, seorang pendidik akan merasa telah gagal jika anak didiknya tidak mencapai prestasi yang optimal.
Tanggung jawab moral yang kini rasanya aku hadapai adalah ketika idealismeku bertabrakan dengan batasan kewenangan dan budget !
Saat ini, kami sedang memproduksi CD interaktif pembelajaran dengan materi Asuhan Kebidanan. Aku tidak dalam posisi pemateri seperti dahulu kami memproduksi CDi IPA dan Matematika, tapi posisiku lebih sebagai orang yang memastikan seluruh pembuatan CDi itu berjalan sesuai target dan schedule. Selain itu, aku juga diminta untuk melakukan koreksi atas materi tapi lebih kepada susunan kalimat, ejaan dll, tidak masuk dalam content. Ketika melakukan koreksi atas materi itu, sebenarnya banyak ide di kepala ini yang ingin aku tuangkan. Bukan merasa lebih hebat namun pembuatan CDi menurutku tidak hanya menuntut penguasaan kita akan materi namun juga daya kreativitas ketika memvisualisasikan materi tersebut ke dalam bentuk animasi. Karena aku tidak memiliki wewenang untuk mengubah dan atau menambah materi, scenario animasi dan video maka semua ide itu tertahan di kepalaku. Ahh.. gerah rasanya.
Disisi yang lain, kalaupun ada ruang untuk memuntahkan semua ide dan idealialisme itu, konsekuensi logisnya adalah diperlukan biaya tinggi..! bagaimana tidak, saat ide (yang muncul karena rasa idealism itu ingin aku pertahankan) dituliskan secara detail sebagai scenario animasi maka dibutuhkan seorang animator handal untuk membuatnya. Dan animator handal itu mahal harganya !! Ahh.. kembali aku merasa gerah karena ide dan idealismeku tertahan… !!
Lalu jika aku ingat tanggung jawab moral itu, akankah semua individu di luar sana dapat memakluminya tanpa harus aku melakukan penjelasan…
Ahh… jadi lieurrr…
Maaf jika kosa kata dan alur kalimat dalam tulisan ini tidak teratur, aku menulis ini ketika merasa buntu !! sudah jam dua belas malam.. huruf-huruf di layar computer rasanya bertambah kecil dan menjauh..
… pekerjaan masih banyak… laper.. pengen nonton avatar 3D di Summarecon…. tadi sore pengen ikut nonton bola di senayan… pengen beli celana jeans warna biru tua karena celana yang ada rasanya tambah sesak akibat sering makan cemilan tanpa olah raga…. Pengen mengupdate blog2… pengen mencoba berarung jeram.. dan pengen-pengen yang lain…
Daripada tambah ngelantur maka curcol ini aku sudahi saja… mungkin sebaiknya aku pergi tidur biar rasa ‘kepengennya’ ga nambah banyak.. !!! have a nice dream kawan-kawan… see you tomorrow morning ..
PS : Di atas semua keterbatasan, aku (tentu saja dengan tim) akan tetap dengan sekuat tenaga memproduksi CDi dengan kualitas yang baik.
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Ditungguin nih hasil karyanya. Psti bermanfaat buat profesi saya
klo membaca penjelasan ceu di atas saya bisa memaklumi, krn alasan yg sangat mendasar bhw utk merealisasikan idealisme terkendala oleh keterbatasan kewenangan, apalagi tugas kita hanya mengerjakan sesuai pesanan klien kita.
saya pun sering mengalami hal spt itu. apa yg saya kemukakan berbenturan dng pengambil kebijakan tertinggi, apalagi klo bukan perkara budget. tp mau apalagi? dalam hati saya menghibur diri, yg penting saya sdh kemukakan idealisme saya.
tabrakan dua kepentingan pasti ada, yang penting bagaimana kita menyikapinya
anda berbeda dengan kebanyakan yg lain…banyak org berprofesi sebagai pendidik..namun sesungguhnya hanya seorang pengajar…sekedar memenuhi kewajiban mengajar…dan kurikulum serta kehadiran bisa tercapai, namun anda sangat peduli pada kualitas dan hasil yg diperoleh….semoga idealisme dan semangat anda tetap terjaga..sabar ya sob…itulah perjuangan
sampeyan..benar2 loyal dan berdedikasi pada pekerjaan anda..salut..tetap semangat
@ alamendah : thks ya.. profesi mas alam memang apa ? dokter ya.. ? CDi nya mungkin direlease bulan maret.. doakan saja..
@ guskar : iya ya… saya menghibur diri sajalah klo begitu. Bekerja di perusahaan teman yang nota bene berkesempatan luas untuk bebas berkerasi saja, idealisme itu masih juga terbentur banyak hal.. apalagi jika bekerja di lingkungan pemerintah ya…
@ firmatha : iya..betul.. mesti bijak ya
@ lingkungan kita : makasi.. saya jadi ge er ni.. hehhe.. biasa aja kok.. bahasa yang yang terlalu serius kali ya..
kata orang bijak, bila rintangan yang ditemui semakin berat, niscaya hasilnya akan lebih memuaskan lho mba …tetep semangat aja deh pokoknya ^^
Idealisme memang wajib diletakkan pada tempat yang sewajarnya. Tetapi memaksakan diri untuk membuat membuat sebuah idealism dan kemudian kita menjadi terjepit, saya fikir lebih baik bertahan dulu.
Yang Teteh Ceuceu lakukan menurut saya sudah pada rule yang benar. Walaupun dengan perasaan miris tetapi dengan lapang dada kita harus menerimanya. Salam.
Kegelisahan seorang ceuceu, itulah tandanya orang berpikir.. Jangan hilangkan kegelisahan itu ceu!
@ kutubacabuku : amin..mudah2an begitu ya.. na itu.. yg penting tetap semangat.. !!..
@ Aldy : na itulah yang saya lakukan sekarang… bertahan dan sambil menghibur diri.. heheh.. memang begitu ya mas.. setiap orang pada dasarnya memiliki idealisme, namun ketika berhadapan dengan instrumen lain, semua harus diletakkan sesuai porsinya..
@ Bundo : iya Bundo.. makaci… doain saya tetap semangat ya Bun..
wah maafkan saya ceuceu, saya ga bisa ngasih solusi nih, karena saya hanya orang awan, saya hanya bisa beroa, semoga ada orang yg baik hati membantu ide dan kreatifitas ceuceu agar supaya segera menjadi kenyataan dan bisa bermanfaat buat orang banyak.
salam
bisa memaklumi mba….
yah, mungkin untuk saat ini daya kreativitas dan imajinasi kita terbatasi oleh “wewenang”…
tetap disimpan saja mba, yakinlah, suatu saat kreativitas dan imajinasi itu akan bermanfaat bahkan lebih bermanfaat dari yang kita duga….
tetap semangat..
oh, iya…salam kenal…
Itu sebabnya banyak orang yang memilih untuk bekerja sendiri karena dengan begitu, bisa mengeluarkan ide2 nya dengan bebas, termasuk mengambil keputusan sendiri.
@ aguskusuma : makasi mas…
@ muamdisini : betul tu.. suatu saat kreatifitas kita pasti tertampung semua..semoga setiap kita jadi bos ya.. heheh… salam kenal juga
@ zee : bener mbak.. semoga saya juga ga selamanya jadi karyawan deh.. hehehe.. biar bebas..sebebas-bebasnya..
bagaimana kalau ide-ide sista itu di usulkan kepada yang berwenang,siapa tahu di terima sis.
seman9aad teh sovie
klu uda nyan9kut idealisme 9ini rada mikir hehehe..
tetap semangat Ceu,
kreativitas jangan sampai mati krn adanya keterbatasan,
semoga idealisme itu bisa ditumpahkan pada saat yang tepat .
salam.
@ aisha : justru mentoknya di situ sis..

@ wi3nd : hihih.. saya juga nulisnya mpe capek wi3nd… too serius..
@ Bunda : Iya Bun.. semoga suatu saat nanti saya punya tempat untuk menumpahkan semua ide saya.. amin…