<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>our love notes</title>
	<atom:link href="http://ourlovenotes.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ourlovenotes.com</link>
	<description>The journey of our life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Aug 2010 08:27:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<image>
<link>http://ourlovenotes.com</link>
<url>http://ourlovenotes.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-54.ico</url>
<title>our love notes</title>
</image>
		<item>
		<title>Hari Esok Itu Ghaib</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/hari-esok-itu-ghaib.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/hari-esok-itu-ghaib.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 05:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[hurts felling]]></category>
		<category><![CDATA[ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.  Jika demikian,mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/08/ghaib.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-862" title="ghaib" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/08/ghaib-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum terwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.  Jika demikian,mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirikan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya..?  Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan..?</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam ghaib dan belum turun ke bumi.  Maka, tidak sepantasnya kita meyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya.  Sebab, siapa yang tau bahwa kita akan sampai atau tidak di atas jembatan itu.  Bisa jadi jalan kita akan terhenti sebelum sampai pada jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu.  Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyebranginya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">**********************************************</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/08/PIC_0216.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-857" title="PIC_0216" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/08/PIC_0216-300x225.jpg" alt="" width="179" height="135" /></a>Belakangan ini ada banyak hal yang aku cemaskan berkaitan dengan masa depan.  Cukup berat memikirkannya hingga kemudian aku sadar ini tak sehat buatku.  Padahal selama ini aku cukup sering menjalani hidup aku di depan tanpa rencana yang tertulis dengan rapi di dalam memori otakku.  Aku jalani hidup dengan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.  Ibarat musafir yang pergi tanpa membawa cukup bekal makanan namun ia yakin di tengah jalan yang ia lalui nanti, akan ada pertolongan dariNya, membukakan jalan bagi dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kenapa sekarang aku harus cemas tentang hari esok ya..? ah.. payah&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Untunglah ada La Tahzan yang menemani aku&#8230;  Dan ketika aku membaca kutipan dari buku itu di atas,  rasanya aku harus optimis lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang, bukan berarti aku menjalani hari depan dengan tanpa planning namun setidaknya  aku tak pantas galau dengan apa yang akan terjadi padaku di hari esok.  Setidaknya aku telah berusaha berbuat yang terbaik, menjadi yang terbaik bagi orang yang aku sayangi dan setelah itu aku kembalikan apa yang akan menimpaku padaNya.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">*********************************************</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><em>Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya.  Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya.  Sebab hari ini Anda ( kita semua ) sudah sangat sibuk.  !! Besyukurlah dengan hari ini….</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><em>“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.”<br />
<strong>(QS. An-Nahl : I)</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
“Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.”<br />
<strong>(QS. Al-Baqarah: 268 )<br />
</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/hari-esok-itu-ghaib.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harus Berdamai dengan Diri Sendiri</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/harus-berdamai-dengan-diri-sendiri.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/harus-berdamai-dengan-diri-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 12:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[life improvement]]></category>
		<category><![CDATA[jam karet]]></category>
		<category><![CDATA[on time]]></category>
		<category><![CDATA[tepat waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Hai.. pa kabar semua…  kayaknya kemaren adalah masa vakum terlamaku dalam  mengupdate blog.. sebulan ! Sebulan ini aku memang agak sibuk… ( cieeee.. ) .. ga sibuk-sibuk amat sih sebenernya, tapi memang ada beberapa pekerjaan yang sedang aku persiapkan, baik dengan teman- teman maupun  pekerjaan yang aku persiapkan sendiri.  Jika mengikuti keinginan hati, ingin rasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/07/menunggu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-848" title="menunggu" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/07/menunggu-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Hai.. pa kabar semua…  kayaknya kemaren adalah masa vakum terlamaku dalam  mengupdate blog.. sebulan ! <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan ini aku memang agak sibuk… ( cieeee.. ) .. ga sibuk-sibuk amat sih sebenernya, tapi memang ada beberapa pekerjaan yang sedang aku persiapkan, baik dengan teman- teman maupun  pekerjaan yang aku persiapkan sendiri.  Jika mengikuti keinginan hati, ingin rasanya semua pekerjaan itu beres secepatnya..  mengejar moment yang dirasa pas, mengejar target, dan tentu aja mengejar kebutuhan  ( ingin cepat mendapatkan income atau setidaknya agar modal cepat berputar…  hahaha…. )</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, bukan itu sebenarnya yang ingin aku ceritakan disini sekarang..  aku ingin cerita soal <em>‘tepat waktu’</em>.  Tulisan ini ‘<em>terinspirasi’</em> dari tulisan zee yang aku baca kemaren.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">**********************</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Aku dibesarkan oleh ayah dan ibu yang berasal dari keluarga dengan latar belakang atau kebiasaan berbeda.  Keluarga ibuku, baik orang tua ( nenek-kakekku) maupun semua saudaranya baik laki-laki atau perempuan adalah pekerja kantoran yang teramat disiplin dengan waktu.  Ditambah dengan kecakapannya, tak heran jika mereka memiliki jabatan yang cukup tinggi di masing-masing bidang.  Soal bagaimana mereka sangat disiplin dengan waktu, sangat aku rasakan ketika misalnya ada acara keluarga.  Misal, ketika kakek-nenekku masih ada dulu, maka jika anak-anaknya harus berkumpul di rumah kakek jam 9 pagi, maka pada jam 9 teng, semua anak-anaknya yang 10 bersaudara, termasuk ibuku, sudah berkumpul di sana… pas jam 9 ! padahal keluarga besar ibuku tinggal di Bandung yang notabene di sana-sini sudah terkena macet.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan ini jarang sekali atau bahkan tidak aku temukan di keluarga ayahku, walaupun mereka tinggal di kota kecil.  Sebenernya sih, kakek dari ayahku juga seorang pekerja kantoran, bahkan setelah pensiun beliau mendirikan koperasi dengan teman-temannya dan beliau tetap bekerja hingga usia lebih dari 80 tahun.  Beliau juga cukup disiplin dengan waktu dan hidupnya.  Namun, kedisiplinan ini sepertinya tidak terlalu ‘<em>nempel</em>’ pada anak-anaknya, apalagi sebagian besar saudara ayahku adalah perempuan yang kesemuanya adalah ibu rumah tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, ‘<em>darah yang mengalir</em>’ pada diriku sendiri terutama soal waktu, tampaknya mengikuti keluarga ibu.  Soal pekerjaan dan hal berkaitan dengan itu, hmm… sudah pasti aku tidak mengenal jam karet.  Di luar itu, jika misalnya aku akan datang ke rumah teman jam 10 maka jam 10 teng aku pasti sudah berada di sana, dan kalaupun ada sebab yang mengakibatkan aku datang telat, di luar dugaanku, maka aku akan memberikan konfirmasi tentang keterlambatanku agar temanku itu tidak dibuat menunggu tanpa kejelasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun aku lakukan sesuai waktu, meskipun untuk hal-hal yang mungkin dianggap tidak terlalu prinsip, misalnya datang ke tempat arisan <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tapi…., tahukah saudara-saudara.. ada ‘<em>dampak yang ga enak</em>’ tentang kebiasaanku yang terlalu ‘tepat waktu’ ini. Kenapa ?  Ya , karena di dunia aku, tidak selamanya aku bertemu dengan orang yang juga sangat ‘tepat waktu’.    Dan &#8216;<em>tubrukan</em>&#8216; ini, jujur saja membuat aku sering merasa tidak nyaman.  Saat misalnya aku dengan beberapa teman akan bertemu dengan seseorang baik itu partner kerja atau siapapun, maka saat partner kerja itu datang terlambat, maka teman-teman yang lain akan biasa-biasa saja, sementara aku biasanya sudah ngomel-ngomel bahkan kadang jadi sebal sama orang yang ditunggu itu.  Memang sih, sebalnya tidak lama-lama, ngomelpun tidak lama-lama, namun ada masa di diri aku yang membuat aku jadi sedikit marah/sebal.  Bahkan bisa jadi teman-teman memandangku sebagai orang yang gampang marah.  Bagi diri aku sendiri, kondisi ini juga sebenarnya tidak nyaman, karena di sisi diri aku yang lain, aku tentu tidak ingin punya rasa itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin karena terbiasa tepat waktu ini pula, jika teman-teman tidak merasa keberatan jika harus disuruh menunggu, maka aku menjadi orang yang paling sebal jika disuruh menunggu.. apalagi kalau tidak jelas alasannya…</p>
<p style="text-align: justify;">Aku jadi ingat masa aku kuliah dulu.  Dalam lingkungan satu kost, sudah jadi kebiasaan jika saat jam makan misalnya, maka teman-teman akan berangkat membeli makan bersama-sama.  Biasanya mereka saling menunggu walaupun janjian membeli makannya misalnya setelah mandi… heheh.. bagaimana bisa selesai bersamaan karena lamanya waktu berdandan tiap orang beda-beda.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   nah, biasanya aku paling ogah jika harus menunggu begini, karenanya,  nyaris aku tidak pernah membeli makan bersama…  akan pergi bersama jika jam nya kebetulan sama dan tujuannya pun sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan tepat waktu atas hal-hal ‘yang tidak terlalu prinsip’ inipun kebawa hingga aku masuk dunia kerja, tak heran jika kemana-mana aku lebih sering sendiri…</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm… akhir-akhir ini… aku sedang berpikir apakah aku terlalu egois ? atau bahkan ‘sakit’ ?</p>
<p style="text-align: justify;">dan pada waktu bersamaan, aku sedang berusaha menekan sedikit ke’kaku’an aku itu…   mungkin dalam beberapa masa tertentu aku harus berdamai dengan diriku sendiri agar aku tidak terlalu kaku.. terutama agar aku tidak mudah merasa berada di posisi tidak nyaman gara-gara menunggu orang lain…</p>
<p>Oya.. ‘sakit’ku yang lain adalah…  jika solat, aku sering tidak tepat waktu…  ( gimana seeehh… !!!!  )</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Gimana dengan sobat ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/harus-berdamai-dengan-diri-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Sahabat&#8230;</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/terima-kasih-sahabat.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/terima-kasih-sahabat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 12:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[our happiness]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat di Fak Pertanian Unpad]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan amal kebaikan… pepatah itu kiranya tepat untuk menggambarkan betapa manusia setelah mati akan selalu dikenang atas kebaikan yang ia tanam. Telah hampir lima tahun yang lalu ayahnya onit pergi meninggalkan kami, namun kebaikannya sangat membekas di hati kami semua, termasuk tentu saja para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><em>Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan amal kebaikan… pepatah itu kiranya tepat untuk menggambarkan betapa manusia setelah mati akan selalu dikenang atas kebaikan yang ia tanam.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Telah hampir lima tahun yang lalu ayahnya onit pergi meninggalkan kami, namun kebaikannya sangat membekas di hati kami semua, termasuk tentu saja para sahabatnya, terutama sahabat semasa ia menimba ilmu di Fakultas Pertanian UNPAD.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari masa hidupnya yang singkat, mungkin kita, (aku terutama) belajar banyak hal tentang amal ibadah, kesabaran, budi pekerti, persahabatan, kerja keras dan kasih sayang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan hari ini aku kembali diingatkannya akan itu semua…</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, kebaikan yang ia tanam membawa keberkahan bagi aku dan anak-anakku…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/PIC_0023.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-811" title="PIC_0023" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/PIC_0023-300x225.jpg" alt="" width="214" height="160" /></a><br />
<a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_1082.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-812" title="IMG_1082" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_1082-e1277219688974-246x299.jpg" alt="" width="183" height="223" /></a><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/IMAGE_005991.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-814" title="IMAGE_00599" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/06/IMAGE_005991-e1277219891910-191x300.jpg" alt="" width="158" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>NB : hari ini, aku kedatangan tamu istimewa dari Bandung yaitu dua orang sahabat ayahnya onit semasa kuliah dulu, Kang Jehan dan Kang Hadian.  Mewakili seluruh sahabatnya, Kang Jehan dan Kang Hadian membawa ‘tanda mata’ untuk aku dan anak-anakku.  Ini mengharukan sekali karena almarhum telah lulus kuliah belasan tahun yang lalu, bahkan dengan sebagian besar sahabatnya, almarhum sudah tidak pernah bertemu lagi bahkan kontak.<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku mengenal Kang Jehan sejak aku mengenal almarhum karena kebetulan mereka sama-sama tinggal di Cirebon.  Dan semasa ayahnya onit masih ada, aku bertemu  dengan Kang Hadian mungkin hanya 3-4 kali, namun aku merasa sudah mengenalnya selama beberapa tahun… tentu saja itu semua karena kehangatan persahabatan antara almarhum dengan Kang Hadian… dengan Kang Slamet, Kang Hervan, dan Kang Hikmat, aku baru bertemu 1-2 kali.. dengan Kang Subhan, aku belum pernah bertemu namun serasa dekat karena almarhum sering menceritakannya, demikian pula dengan sahabat-sahabtanya yang lain termasuk teman satu kost di Jatinangor dan teman-teman yang sering &#8216;ngumpul&#8217; di Kopo&#8230;.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dan pada kesempatan ini, lewat blog ini, <strong>kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat almarhum, Chaeruddin SP, … terutama sahabat seangkatan di Fakultas Pertanian UNPAD…  terima kasih atas semua doa, dukungan moril, dan materil dari sahabat semua… Aku hanya bisa berdoa semoga Allah membalas kebaikan sahabat dengan pahala yang sebesar-besarnya .. Amin…</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku juga berharap semoga persahabatan ini akan tetap terjalin sampai kapanpun…   Terima Kasih sahabat semua…</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/terima-kasih-sahabat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gila Bola, Gila F1</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 08:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[formula1]]></category>
		<category><![CDATA[maniak]]></category>
		<category><![CDATA[michael schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2010 Afsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ajang piala dunia 2010 sebentar lagi tiba.  Dari sisi jumlah penonton dan antusiasme, ajang ini bisa dibilang merupakan perlehatan olah raga terbesar di dunia.  Semua orang menyambutnya dengan heboh bahkan bagi masyarakat di Negara yang bukan (baca : belum dapat menjadi) partisipan piala dunia seperti Indonesia.  Dari beberapa bulan lalu, segala jenis pernak-pernik seputar piala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/zakumi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-795" title="zakumi" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/zakumi-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Ajang piala dunia 2010 sebentar lagi tiba.  Dari sisi jumlah penonton dan antusiasme, ajang ini bisa dibilang merupakan perlehatan olah raga terbesar di dunia.  Semua orang menyambutnya dengan heboh bahkan bagi masyarakat di Negara yang bukan (baca : belum dapat menjadi) partisipan piala dunia seperti Indonesia.  Dari beberapa bulan lalu, segala jenis pernak-pernik seputar piala dunia 2010 Afrika Selatan ini sudah mejeng di mall atau supermarket; mug, gantungan kunci, boneka, bola, dll.  Dan tentu saja, pernak –pernik ini laris terjual.  Media cetak dan elektronik pun menyiarkan berita seputar piala dunia mulai dari sejarah, pemain-pemain legenda, ulasan setiap tim, pelatih, wasit dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa begitu banyak orang yang menggilai bola ya? Rela begadang hingga pagi untuk menyaksikan tim kesayangan beraksi atau rela melewatkan acara lain pada jam-jam pertandingan bola diputar.  Apalagi kalo kita bicara tentang para maniak bola, biasanya mereka punya koleksi merchandise asli seputar bola dan tim kesayangan, mulai dari kaos tim, bola atau hingga rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli tiket menonton pertandingan bola di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum adam di lingkunganku juga sebagian besar menggilai bola, ayahku, kakak, adek, kakak ipar, sepupu, ponakan..semua cinta bola.  Aku sendiri biasanya hanya ikut kehebohannya saja.  Pertama kali mengikuti kehebohan nonton bola saat SD/SMP dulu, saat Persib bertanding melawan (klo ga salah) kesebelasan dari Medan.  Saat itu Ajat Sudrajat menjadi bintang sepak bola terkenal dari Persib.   Selanjutnya aku hanya beberapa kali nonton pertandingan bola di piala dunia, Liga Inggris dan Liga Italia saat zaman kuliah, itupun karena teman-teman kost, walaupun perempuan, ada yang begitu cinta bola.  Pertandingan yang paling aku ingat adalah final Piala Champion, saat Machester United  mampu memasukan 2 gol di 3-4 menit terakhir sebelum pertandingan berakhir.. aku lupa siapa lawannya saat itu… yang jelas sebagian pemain lawan beruraian air mata karena kekalahan tak terduga mereka dari MU.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagi sebagian orang yang lain, pertandingan bola adalah biasa-biasa saja, boro-boro menggilainya, mereka mengatakan…   ‘ hmm.. apanya si yang rame… Cuma lari-lari ngejar bola..satu bola direbutin 20 orang…  bikin pegel…’</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, tentu semua kembali pada selera masing-masing ya.  Yang jelas, bagi aku sendiri setiap jenis olah raga memiliki daya tarik sendiri.  Gerakan lincah sepasang kaki para pemain bola saat menggiring bola atau saat berebut bola dengan lawan adalah sebuah pemandangan ‘seni’ yang indah.   Begitupun dengan jenis olah raga lain……  bagaimana lincah dan lenturnya tubuh seorang pemain bulu tangkis mengembalikan kok ke arena lawan…  bagaimana seorang pemain basket mampu memprediksikan arah, kekuatan atau apalah namanya hingga bisa memasukkan bola ke dalam keranjang dalam jarak jauh diantara keuletan tangan-tangan lawan merebut bola itu… dsb… dsb…</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tahukah sodara-sodara, salah satu orang yang tidak begitu menyukai bola adalah ayahnya Onit. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Dulu, beliau hanya sesekali saja nonton pertandingan bola, jika tim yang bertanding adalah tim favorit banyak orang, itupun jika televisi menayangkannya tidak pada jam dini hari.  Jenis olah raga yang beliau gilai adalah Formula 1 ( F1 ).   Ya, klo F1 beliau cinta sekali.  Tak pernah sekalipun melewatkan ajang ini yang digelar setahun sekali.  Jagoannya adalah Michael Schumacher yang waktu itu tergabung dalam Tim Ferrari.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/MichaelSchumacher.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-796" title="MichaelSchumacher" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/MichaelSchumacher-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2000an, televisi yang menayangkan ajang F1 adalah TPI dan karenanya, beliau dengan mudah menyaksikan ajang ini di rumah, jam berapapun itu.  Lalu keadaan menjadi lain saat di tahun setelah itu, TV yang memiliki hak siarnya (klo tidak salah) adalah Global TV.  Waktu itu televisi di rumah kami, di Cirebon, tidak mampu menangkap channel ini, hingga setiap kali ingin nonton, beliau cukup repot.  Sesekali harus nonton ke rumah kakak ipar yang memasang antenna parabola, atau harus nonton di pub/café sebuah hotel yang biasanya membuat acara ‘nonton bareng F1’.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang aku ingat karena kegilaannya pada F1 ini.  Saat aku hamil besar ( 9 bulan ) anak pertama waktu itu, beliau memintaku untuk menemaninya nonton F1 di sebuah pub/café.  Tadinya aku menolak, biasanya beliau pergi mengajak ( memaksa) salah satu temannya.  Kebetulan seluruh teman dekat dan teman kantornya tidak ada yang menyukai F1 dan sayangnya, saat itu segala rayuan dan paksaan ke teman-temannya tidak mempan.. hingga beliau memintaku untuk menemaninya.  Akhirnya aku pun ikut.  Dengan perut besar dan tampilan berjilbab, aku menemaninya nonton di pub/café itu.  Setengah kursi-kursi di café itu dipenuhi bule-bule, sebagian lain dipenuhi komunitas pecinta F1…  Tentulah aku jadi manusia aneh di sana…  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Kejadian lain adalah saat aku baru saja melahirkan.  Kebetulan sekali, begitu pulang dari rumah sakit bersalin, ajang ini digelar pada jam tengah malam ( menyesuaikan sirkuit yang dipakai) .  Beliau meminta izin menginap malam itu di rumah kakak iparku untuk nonton F1.  Untung saja masih ada mamahku waktu itu hingga aku tak sendirian di rumah…  hehehe..  lebih berat bagiku jika harus melihat beliau bersedih karena tidak bisa menyaksikan jagoan dan mobil-mobil formula itu beradu kecepatan di sirkuit.  Kejadian lain yang aku ingat adalah ketika beliau tidak masuk kerja alias bolos gara-gara jagoannya, Michael Schumacher kalah.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />     menurutnya, badannya terasa lemas semua gara-gara Michael Schumacher kalah….</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kadang aku tak habis pikir… kok bisa ya segitu cintanya pada F1…   hmmm…  tapi ya itulah…   sebagai orang yang tidak menggilai jenis olah raga tertentu, aku tak bisa merasakannya… dan melihat ‘kegilaan’ orang-orang sekitar pada bola, pada F1 atau pada jenis olah raga lain .. rasanya jadi agak aneh…..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">So…   apakah sobat-sobat adalah pecinta bola? Pecinta F1 ? atau tidak dua-duanya  ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Paling Terang</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/bintang-paling-terang.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/bintang-paling-terang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 13:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[life improvement]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi mini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Ia berkata, satu bintang paling terang di atas langit sana adalah dia.  Tentu saja aku percaya karena begitu hangat ia duduk disebelahku malam ini. ___________________________ note : ini fiksi mini untuk memeriahkan kontes fiksi mini yang diadakan duo wi3nd dan nda&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/bintang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-788" title="bintang" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/bintang-300x257.jpg" alt="" width="208" height="179" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ia berkata, satu bintang paling terang di atas langit sana adalah dia.  Tentu saja aku percaya karena begitu hangat ia duduk disebelahku malam ini.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">___________________________</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;"><em>note : ini fiksi mini untuk memeriahkan <a href="http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda/">kontes fiksi</a> mini yang diadakan duo wi3nd dan nda&#8230;<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/bintang-paling-terang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 01:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Saat tinggal dan bekerja di Cirebon dulu, temanku banyak sekali.  Tadinya, aku mengajar dan menjadi sekretaris jurusan di salah satu universitas swasta di sana.  Lalu, karena punya anak, jabatan strukturalnya aku lepas hingga aku hanya mengajar dua kali seminggu saja.  Seiring dengan berjalannya waktu, anak pertamaku sudah agak besar,  maka aku putuskan untuk kembali bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_01471.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-776" title="PIC_0147" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_01471-300x225.jpg" alt="" width="253" height="189" /></a>Saat tinggal dan bekerja di Cirebon dulu, temanku banyak sekali.  Tadinya, aku mengajar dan menjadi sekretaris jurusan di salah satu universitas swasta di sana.  Lalu, karena punya anak, jabatan strukturalnya aku lepas hingga aku hanya mengajar dua kali seminggu saja.  Seiring dengan berjalannya waktu, anak pertamaku sudah agak besar,  maka aku putuskan untuk kembali bekerja penuh.  Akupun bekerja di salah satu perusahaan ekspor di Cirebon.  Jam ngajarpun aku pindah ke Hari Sabtu saja.  Senin hingga Jum’at  aku jadi kuli di perusahaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bosku sangat mempercayai aku ‘memegang’ uang perusahaan.  Jika tidak jujur, dengan mudah aku cepat kaya karena uang pribadi si Bos seringkali campur aduk dengan uang perusahaan.. heheh…  dan nilainya ga sedikit, bisa belasan juta rupiah.  Bos cowok adalah warga Australia, sementara istrinya, Bos cewek adalah warga Chinese.  Meski mereka cukup galak, tapi pada dasarnya mereka baik sekali.  Teman-temanku di tempat kerja itu juga baik banget.  Aku sayang mereka semua.  Saat aku terpuruk sedih dulu, mereka selalu ada menghiburku.  Selain itu, sang driver selalu siap mengantar aku jika ingin makan siang di luar, sang koki juga sering menyediakan aku masakan atau cemilan dan teman-teman selalu menemani aku agar tidak melamun.  Ini dia mereka :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_766" class="wp-caption aligncenter" style="width: 198px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0020.jpg"><img class="size-medium wp-image-766" title="agus, sang driver sekaligus asisten bos" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0020-225x300.jpg" alt="agus, sang driver sekaligus asisten bos" width="188" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">agus, sang driver sekaligus asisten bos</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_767" class="wp-caption aligncenter" style="width: 205px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0025.jpg"><img class="size-medium wp-image-767" title="th. 2005" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0025-225x300.jpg" alt="th. 2005" width="195" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">th. 2005</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_768" class="wp-caption aligncenter" style="width: 189px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0009.jpg"><img class="size-medium wp-image-768" title="mbak neti, sang koki" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0009-225x300.jpg" alt="mbak neti, sang koki" width="179" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">mbak neti, sang koki</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_769" class="wp-caption aligncenter" style="width: 198px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/Photo-Iceu-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-769" title="th 2004" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/Photo-Iceu-3-228x300.jpg" alt="th 2004" width="188" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">th 2004</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu, ketika aku putuskan untuk resign dari sana ( tahun 2006) dan satu tahun kemudian bergabung dengan teman-teman BSD, aku jadi punya teman-teman baru lagi.  Sebagian teman BSD adalah teman mengajar dulu.  Mereka juga resign dari mengajar dan memilih mendirikan perusahaan bidang IT di BSD.  Suasana kerja di BSD tidak terlalu formal.  Sah-sah saja jika ke kantor hanya menggunakan jeans dan kaos.  Meski demikian, setiap nilai proyek yang kami kerjakan, nilainya   cukup besar.  Awalnya kami menjadi sub kon dari sebuah perusahaan rekanan pemerintah.  Kami mengerjakan pembuatan CD interaktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, kami sedang mengerjakan pembuatan CD interaktif dengan materi Asuhan Kebidanan.  CDi ini masih dalam tahap penyelesaian oleh para animator.  Tugasku sendiri sudah selesai sejak akhir Bulan Februari lalu.  Saat sedang santai, kami biasa berkumpul untuk sekedar ber haha-hihi.  Atau sesekali kami  nonton film bareng di BSD Plaza atau di Summarecon.  Atau sesekali teriak-teriak ga karuan di InulVista.  Ini sebagian teman-teman di BSD saat mengerjakan CDi yang terakhir :</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1065.jpg"><img class="size-medium wp-image-760" title="lagi istirahat seusai ngambil gambar" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1065-300x224.jpg" alt="lagi istirahat seusai ngambil gambar" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">lagi istirahat seusai ngambil gambar</p></div>
<div id="attachment_762" class="wp-caption aligncenter" style="width: 276px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0489.jpg"><img class="size-medium wp-image-762" title="santai tapi serius" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0489-300x224.jpg" alt="santai tapi serius" width="266" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">santai tapi serius</p></div>
<div id="attachment_761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1068.jpg"><img class="size-medium wp-image-761 " title="yang cewek adalah bidan2 baru lulus dari akbid bogor" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1068-300x224.jpg" alt="keliatan deh aku paling tua" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">yang cewek adalah bidan2 baru lulus dari akbid bogor</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_785" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1069.jpg"><img class="size-medium wp-image-785" title="makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua :) )" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1069-300x224.jpg" alt="makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua :) )" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kini, selain sesekali aktif/membantu adikku di Lembaga Penyuluhan Kanker dan jualan software, aku sangat focus pada bisnis onlineku.  Karenanya, tidak ada lagi suasana ramai berhaha-hihi apalagi nonton film bareng-bareng.  Temanku kini adalah tembok-tembok kamar dan si pinky bear, si belang, si dino, si bintang dan lain-lain J.  Jika ingin ‘bercakap-cakap’ aku kemudian membuka blog sobat-sobat  (Thanks God.. untung saja ada kalian….  ).  Atau sesekali aku pergi ke Yogyakarta, kota favoritku.  Selain urusan pekerjaan juga, kadang aku ke sana hanya untuk refresing saja.  kadang aku ke sana dan bertemu dengan teman yang berdomisili di Yogya atau aku dan teman-teman BSD-Cirebon janjian untuk ketemu di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_772" class="wp-caption aligncenter" style="width: 258px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0150.jpg"><img class="size-medium wp-image-772" title="angkringan tugu yogya" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0150-300x225.jpg" alt="angkringan tugu yogya" width="248" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">angkringan tugu yogya</p></div>
<div id="attachment_773" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00689.jpg"><img class="size-medium wp-image-773" title="membatik, di sudut toko mirota batik" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00689-225x300.jpg" alt="membatik, di sudut toko mirota batik" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">membatik, di sudut toko mirota batik</p></div>
<div id="attachment_774" class="wp-caption aligncenter" style="width: 255px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0142.jpg"><img class="size-medium wp-image-774" title="di angkringan, 2010" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0142-300x225.jpg" alt="di angkringan, 2010" width="245" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">di angkringan, 2010</p></div>
<div id="attachment_775" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00532.jpg"><img class="size-medium wp-image-775" title="di candi mendut, 2010" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00532-225x300.jpg" alt="di candi mendut, 2010" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">di candi mendut, 2010</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Yes indeed, hidup adalah pilihan…  dan rasanya, apa yang IA  pilihkan untukku adalah yang terbaik… semoga…</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setengah Centi dan 3 Mili</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 10:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[3 mili]]></category>
		<category><![CDATA[cukur rambut]]></category>
		<category><![CDATA[setengah centi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, usai sekolah, aku berniat membawa si kecil, dede rafi,  ke tukang cukur rambut.  Jenis rambut anakku ini sangat lurus, bak sapu ijuk.  Jika dibiarkan tumbuh terus, modelnya menjadi seperti durian.  Selain itu, udara di kampungku ini makin hari makin panas saja rasanya, jadi  walau rambutnya belom panjang-panjang banget, aku melihat biang keringat tumbuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-752" title="IMG_1100" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Hari ini, usai sekolah, aku berniat membawa si kecil, dede rafi,  ke tukang cukur rambut.  Jenis rambut anakku ini sangat lurus, bak sapu ijuk.  Jika dibiarkan tumbuh terus, modelnya menjadi seperti durian.  Selain itu, udara di kampungku ini makin hari makin panas saja rasanya, jadi  walau rambutnya belom panjang-panjang banget, aku melihat biang keringat tumbuh bermunculan di bagian kening anakku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena dipotong tanpa model, maka aku biasa membawa si kecil ini potong rambut di ‘pangkas rambut madura’ yang kebetulan terletak tidak jauh dari sekolahnya.  Pun demikian dengan hari ini, aku membawa rafi ke tempat biasa, namun tukang cukurnya bukan orang yang sama seperti biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba giliran rafi dicukur :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“ Bang.. ini rambutnya dipotong rata aja… setengah centi ya… “ </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“oo.. iya Bu…”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu, ketika rafi sudah duduk di kursi cukur, aku berubah pikiran..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“eh Bang… 3 mili aja deh.. rambutnya gampang banget tumbuh… “ </em>kataku<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“oo.. kalo 3 mili..justru tidak jauh dari yang sekarang Bu…  malah lebih cepet panjang..  paling pendek itu, ya setengah centi… “ </em>jawab tukang cukur mantap.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“ oo.. bukannya 3 mili lebih pendek dari setengah centi Bang..? “ </em>tanyaku<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“ngga Bu.. kalau mo lebih pendek dari setengah centi, ya berarti gundul plontos Bu… “</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“.. o.. gitu.. ya udah.. setengah centi deh…”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Akupun hanya senyum sendiri dalam hati… ‘sejak kapan 3 mili lebih panjang dari setengah centi ya?  Atau khusus untuk orang ini ini, aturannya seperti pas photo… 3 x 4 = 2000 ? ‘</p>
<p style="text-align: justify;">Heheheh… ya sutralah.. yang penting anakku tampak nyaman dicukur oleh orang ini..  dan hasil cukurannya, persis seperti apa yang aku inginkan…  3 milimeter.. !!!    <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   lihat saja :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">

<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/image_00115' title='IMAGE_00115'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00115-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kira-kira setahun lalu" title="IMAGE_00115" /></a>
<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/image_00694' title='IMAGE_00694'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00694-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="hari ini" title="IMAGE_00694" /></a>
<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/img_1100' title='IMG_1100'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1100" title="IMG_1100" /></a>

<p>So&#8230;. kapan sobat-sobat terakhir kali menemani buah hati ke salon/tukang cukur ?</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadang Aku Masih (ingat) Sebal Padanya&#8230;.</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/kadang-aku-masih-ingat-sebal-padanya.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/kadang-aku-masih-ingat-sebal-padanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 08:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[hurts felling]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[jalan supratman]]></category>
		<category><![CDATA[mengaji]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[sebal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Hai…  apa kabar sobat2ku tersayang…  lama sekali aku tak mengapdet blog kesayanganku ini, sedikit repot karena harus mengumpulkan materi untuk mengapdet blogku yang lain…  tentu saja karena repot urusan rumah dan anak-anak juga..    maaf kalau belum sempat berkunjung balik ke sobat-sobat yang mengunjungi ourlovenotes… Well, begitu bisa apdet, aku mau ngedumel..  ( sudah bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/Hurt_Cute_Heart_ID_by_loba_chan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-722" title="Hurt_Cute_Heart_ID_by_loba_chan" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/Hurt_Cute_Heart_ID_by_loba_chan-252x300.jpg" alt="" width="252" height="300" /></a>Hai…  apa kabar sobat2ku tersayang…  lama sekali aku tak mengapdet blog kesayanganku ini, sedikit repot karena harus mengumpulkan materi untuk mengapdet blogku yang lain…  tentu saja karena repot urusan rumah dan anak-anak juga..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   maaf kalau belum sempat berkunjung balik ke sobat-sobat yang mengunjungi ourlovenotes…</p>
<p style="text-align: justify;">Well, begitu bisa apdet, aku mau ngedumel..  ( sudah bisa terlihat dari judul postingan ini..   <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu aku ke Bandung untuk sebuah acara keluarga.  Kami melintas di Jalan Supratman, di sana aku melihat smp tempat aku bersekolah dulu.  Tiba-tiba aku teringat akan hal yang tidak mengenakan saat smp itu, tepatnya terhadap guru agamaku, pak M namanya.     Ceritanya begini…</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kelas 1, di kelas 1A waktu itu.  Suatu hari saat pelajaran agama, pak M memanggil murid satu per satu maju menghadapnya di meja guru, sementara yang lain mencatat pelajaran yang ada di papan tulis.  Tiba giliranku dipanggil, ternyata setiap murid ditanyai tentang kegiatan agama di rumah masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak M :   <strong><em>iceu..kamu suka mengaji di rumah ?</em></strong><br />
Aku :     <em><strong>suka pak…</strong></em><br />
Pak M :   <strong><em>Sudah sampai mana bacaan Qur’an kamu…?</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Jujur waktu itu  aku benar-benar lupa sudah sampai mana surat yang aku baca.  Aku memang kurang memperhatikannya, apalagi kegiatan mengaji, aku lakukan atas inisiatif aku sendiri di rumah.  Mamah mungkin terlalu repot mengajari aku dan saudara2ku mengaji.  Akupun baru bisa mengaji  pada saat aku sudah di kelas 4 SD.  Aku ingat betul, waktu itu aku ingin sekali bisa membaca Qur’an tapi tidak tahu belajar di mana.  Di lingkungan rumah kami, aku tidak pernah melihat ada kegiatan anak-anak seusia aku belajar ngaji, apalagi mesjid pun jauh sekali jaraknya dari rumah.  Namun, IA Maha Besar,  seperti gayung bersambut, tiba-tiba saja ada salah satu orang tua teman mainku di rumah meminta aku untuk membujuk dan menemani anaknya belajar mengaji di sebuah tempat belajar.  Bukan mesjid atau madrasah atau tempat yang sekarang disebut TPQ, tempat belajar mengaji itu diadakan oleh sebuah keluarga yang menjadikan paviliun rumahnya untuk anak-anak yang ingin belajar ngaji.  Rumah itupun letaknya di luar RW/lingkungan rumah kami.  Guru mengajinya kami panggil dengan ‘Mamah Maya’.<br />
Atas tawaran orang tua temanku itu, tentu langsung aku iyakan.  Ia bahkan yang membayar iurannya setiap bulan.  Maka setiap sore, aku menyambangi teman mainku itu, namanya Ayu Rebecca, ia berdarah Bali, untuk mengaji di rumah Mamah Maya, sesuai permintaan ibunya.  Dan sering kali justru Ayu malah ngumpet saat aku mengajaknya mengaji. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mungkin karena keinginanku untuk bisa mengaji sangat kuat, maka aku belajar alif- ba-ta-tsa hingga bisa membaca Al-Quran hanya dalam waktu tidak lebih dari 1 minggu.   Setelah bisa, aku makin semangat saja datang ke rumah Mamah Maya.  Namun, semangatku tidak diikuti oleh Ayu,  susah sekali dia aku ajak,  aku malah sering berangkat sendirian jadinya.  Akhirnya aku dan Ayu keluar dari sanggar belajar itu,  aku melanjutkan bacaan Qur’an ku di rumah.  Itupun hanya sesekali saja. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mungkin itu sebabnya, saat Pak M bertanya sudah sampai mana bacaan Qur’an nya, aku tidak hafal surat apa yang aku baca.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Aku :  a ku mencoba berpikir keras, mengingat-ingat surat apa… hingga keluar dari mulutku  <em>&#8220;surat al-muslimin… &#8221; </em>( padahal maksudku waktu itu adalah<strong><em> al-mu’minun</em></strong>)<br />
Pak M :  <strong><em> &#8220;ga ada itu muslimin.. kamu bohong ya.. kamu ga pernah ngaji ya…  &#8221; </em></strong>Pak M mengatakan itu dengan bibir senyum sinis&#8230;.<em> ( </em><em>beneran lo.. siniss banget waktu itu .. )</em><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, pak M meminta aku kembali ke tempat duduk.  Sungguh, kata-kata guru agama itu membuat aku sakit hati… aku dituduh berbohong !  huh.. benar-benar menyebalkan. Ku rasa ia bertindak kepada muridnya dengansangat tidak elegan, tidak pantas, tidak etis, tidak becus, tidak pas.   Apa ia tidak belajar psikologi anak ya ketika sekolah guru dulu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Hari-hari setelah kejadian itu lebih menyebalkan lagi.  Ia tidak pernah menghargai aku sebagai ketua kelas !.  Ya, aku ketua kelas 1A waktu itu.  Dan seperti biasanya, ketua kelas sering dimintai guru misalnya untuk menyampaikan pesan tentang tugas apa yang harus dikerjakan jika bapak/ibu guru terlambat datang, atau disuruh untuk mengumpulkan lembar kertas ulangan atau lainnya.  Dan khusus pak M ini, ia justru sering menugaskan itu kepada temanku, yang dibilang anak-anak lain sebagai anak emasnya karena ia cukup pandai mengaji.  huh… !!  aku memang masih kecil, apa pula artinya jabatan ketua kelas…    tapi heiii..   justru karena masih kecil itu, rasanya jabatan ketua kelas adalah sebuah kebanggaan.. disuruh-suruh bapak/ibu guru pun malah jadi sebuah kebanggan rasanya.  Dan karena masih kecil, orang-orang dewasa itu harusnya paham bagaimana cara menghargai  anak kecil. &#8230; !!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Makin hari, aku makin tidak respek saja padanya.  Setiap melihat wajahnya, rasanya dada ini sesak.. pengen marah !!  but untung saja, semua itu tidak membuat aku membenci pelajarannya, .. pelajaran agama loh sodara-sodara… ( Om nH mode on.   ..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />    ).</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ketiga yang membuat aku sebal padanya adalah ketika tiba Bulan Suci Ramadhan.  Waktu itu pak M akan mengadakan acara pengajian di sekolah, yang dilaksanakan setelah waktu ashar.  Ia bilang, kegiatan itu akan diisi dengan ceramah agama, lalu buka puasa bersama.  Tapi, khusus buka puasa ini, ia bilang tidak wajib.  Anak-anak yang ingin berbuka puasa bersama, membawa bekal dari rumah, sementara itu anak-anak yang memilih berbuka di rumah diperbolehkan pulang setelah ceramah agama selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu aku memilih untuk buka puasa di rumah saja.  Pertimbangannya, selain jarak rumah dan sekolah agak jauh, harus naik bis kota, ortuku juga bukan orang kaya yang bisa mengantar jemput aku dengan kendaraan atau punya uang banyak untuk ongkos naik bis kota.   Selain itu, aku juga merasa tidak pede dengan bekal berbuka puasa yang harus aku bawa dari rumah nanti, so aku memilih berbuka di rumah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu saat tiba kegiatan itu.. ia melanggar janji  sodara-sodara… !   Acara ceramah agama selesai kira-kira 30 menit sebelum adzan maghrib.  Aku dan beberapa teman yang tidak membawa bekal bersiap-siap untuk pulang ke rumah masin-masing.  Eh.. ternyata pak M melarang kami. Ia bilang…  <em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>‘sholat maghrib dulu semuanya disini, setelah itu anak-anak yang tidak membawa bekal baru boleh pulang </em>! … ‘   busyet dah….  Jadi kami harus gigit jari saat adzan nanti ? please dong.. bagi anak usia kelas 1 smp, jam buka puasa adalah jam yang ditunggu-tunggu.. tentu saja untuk menyerbu makanan dan minuman.  Selain itu, akupun sudah kadung bilang ke apihku untuk tidak menjemput aku di sekolah karena akan berbuka puasa di rumah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena perubahan kegiatan itu, kami yang tidak membawa bekal berkumpul di satu sudut aula, tentu saja untuk ngedumel.  Melihat kami yang tampak ‘ribut’ pak M lalu bicara dengan nada suara cukup tinggi.. :  ‘<em>ya sudah.. yang tidak membawa bekal.. keluar saja dari aula.. boleh pulang sekarang…! “</em></p>
<p style="text-align: justify;">Aula langsung terasa sepi waktu itu, teman2 yang semula berniat pulang pun agak ‘takut’ untuk keluar aula.  Tapi tidak dengan aku.. toh ia yang melanggar janji kok…  !! saat itu, aku langsung berdiri dan keluar aula sekolah kami, diikuti oleh 5-6 orang temanku di belakang…… aahh.. biar saja.. aku tidak salah kok.. dia mo lapor kemana juga.. aku ga takut karena ga salah rasanya…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">***************************************</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan di Bulan Ramadhan itu adalah terakhir kalinya aku merasa sebal padanya.  Tidak lama setelah itu, kami melewati masa ujian akhir kenaikan  kelas ke kelas dua dan aku pindah ke kota lain.  Hanya satu tahun saja aku di sekolah itu, namun kenangan ‘ buruk’ itu kadang masih aku ingat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tentu saja ada banyak kenangan manisnya, salah satunya bernyayi di panggung bareng Melly Guslow sebagai bentuk tes /ujian kenaikan kelas untuk eskul seni music.  Melly Guslow adalah kakak kelas satu angkatan aku waktu itu.. heheh</p>
<p>Anyway.. semua kejadian pasti ada hikmahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pernah menjadi seorang pengajar..  aku jadikan muridku sebagai partner belajar.. intinya adalah penghargaan…</p>
<p style="text-align: justify;">Kini aku punya anak kecil yang sedang asyik-asyiknya bermain.  Mereka dengan mudah menyerap apapun yang terjadi di lingkungan sekitar, baik ucapan atau tingkah laku orang lain.  Dan seringkali ada banyak hal tak terduga yang mereka bawa ke rumah.  Di sisi lain, aku agak ‘keras’ mendidik mereka… you know..  I have to be a daddy too…  dan     karena itu,  bisa jadi ada hal-hal yang mereka tutupi dari aku karena takut.  Karena pengalamanku saat SMP itu, aku sangat berhati-hati untuk mengatakan atau bahkan menyangka dalam hati bahwa mereka berbohong.  <strong><em>Cause I know it would hurt their heart…</em></strong>..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/kadang-aku-masih-ingat-sebal-padanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lalat vs Semut #2</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 01:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[easy story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Pada kenyataannya, seekor semut tak mungkin menang jika harus beradu kecepatan dengan lalat.  Namun, pancasilanya semut menjadikan ia sebagai salah satu serangga yang tak mudah dikalahkan begitu saja oleh hewan lainnya.  Itu pula sebabnya jika makhluk hidup lainnya seperti manusia  ‘suit’ maka jempol sebagai lambang gajah dinyatakan kalah oleh kelingking, sebagai lambang semut. Ketika perihutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/antfly.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-715" title="antfly" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/antfly-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a>Pada kenyataannya, seekor semut tak mungkin menang jika harus beradu kecepatan dengan lalat.  Namun, <em>pancasilanya semut</em> menjadikan ia sebagai salah satu serangga yang tak mudah dikalahkan begitu saja oleh hewan lainnya.  Itu pula sebabnya jika makhluk hidup lainnya seperti manusia  ‘suit’ maka jempol sebagai lambang gajah dinyatakan kalah oleh kelingking, sebagai lambang semut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika <strong><em>perihutan</em></strong> datang dan lomba akan dimulai, semut sama sekali tak memperlihatkan wajah cemas atau sedih.  Dengan tegapnya, ia mendekati garis start bersama lalat untuk berlomba mencapai buah nangka yang berjarak sekitar 30 meter di hadapannya.  Sesaat sebelum peri hutan meniup peluit, si lalat berbisik mendekati semut..</p>
<p style="text-align: justify;">“ <strong><em>lo ga mungkin menang Mut… lo hanya akan mempermalukan diri lo sendiri… sudahlah.. mundur saja…</em></strong>”….</p>
<p style="text-align: justify;">Kata-kata si lalat begitu nyaring terdengar di telinga semut.   Namun bukan semut namanya jika ia tidak bisa tetap tenang menghadapi keangkuhan lalat..   “<em>tidak ada kata kalah sebelum bertanding</em>”  … gumam nya dalam hati.  Ia kemudian hanya menjawab keangkuhan lalat dengan senyum.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em><strong>Prittttt…… </strong></em>“   <strong><em>perihutan</em></strong> meniup peluit tanda lomba itu dimulai.  Semut lalu berjalan meninggalkan garis start dengan sangat tenang.  Beberapa kawannya, sebangsa semut merah dan <em>kararangge</em> yang ada di hutan itu turut menyaksikan jalannya lomba dengan wajah pasrah.  Namun demikian, semut berjalan dengan sangat tenang, baginya kemenangan bukanlah tujuan akhir.. kerja keras dan keyakinanlah yang memberikan kekuatan padanya untuk tetap mengikuti lomba ini.   Sementara itu, sang lalat masih tetap berdiri di belakang garis start.  Ia masih di sana dan tidak beranjak sedikitpun.</p>
<p style="text-align: justify;">“ <strong><em>hai semut… biarlah kau duluan berjalan ke sana… aku hanya perlu waktu 2 detik saja untuk sampai ke garis finish…</em></strong>”      ia berteriak sambil tertawa terbahak-bahak.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika saja kecepatan terbang lalat adalah 50 km/jam maka untuk sampai ke garis finish yang berjarak 30m, ia hanya membutuhkan waktu 0.036 menit atau 2.16 detik saja.  Sementara si semut dengan kecepatan berjalan 0.5 km per jam maka ia butuh waktu 3.6 menit atau 216 detik untuk mencapai buah nangka itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Siput, semut merah, keong, <em><strong>perihutan</strong></em> serta ilalang yang pagi itu turut menyaksikan jalannya lomba hanya berharap-harap cemas..</p>
<p style="text-align: justify;">“<strong><em>di hitung dari sudut manapun, semut tak mungkin menang ya</em></strong>…”     bisik mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi seekor angsa putih yang datang belakangan menimpali…  ” <em>ingat kawan, kita harus percaya bahwa keajaiban itu ada.  Cobalah kalian baca buku <span style="color: #000080;">MT : Belajar Hidup dari si Miskin.</span> Aku mendapatkan buku itu dari sahabatku <strong>GerhanaCoklat</strong> tempo hari… ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil di sana.  Bahwa hanya orang-orang yang optimis dan bekerja keraslah yang akan menjadi pemenang hidup ini…    atau kalian baca buku “<span style="color: #000080;">Moga Bunda Disayang Allah</span>” .. ada keajaiban hidup di sana.. tapi kalian harus tahu, bahwa keajaiban itu datang jika kita telah berusaha seoptimal mungkin,  dan datangnya justru di saat kita telah pasrah dan menyerahkan semua urusan kita padaNya…” </em></p>
<p style="text-align: justify;">Penonton yang mendengarkan ocehan si angsa hanya manggut-manggut… hingga peri hutan mengomentari …</p>
<p style="text-align: justify;">” <strong><em>hmm… buku-buku itu pasti hadiah dari sahabat2 mu ya Sa…? </em></strong>“  …</p>
<p style="text-align: justify;">“ <em><strong>kok tahu si Ri….?</strong></em>”   Si angsa hanya cengengesan kemudian berkata.. “ <strong><em>ya..buku-buku itu hadiah dan mereka berharga sekali buatku…  nekjika kau sedang tidak sibuk, sempatkanlah untuk membacanya</em></strong> “.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketika hanya tinggal beberapa meter saja si semut mencapai garis finish, lalat dengan gesitnya terbang meninggalkan garis start….</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wuusshhh….!!!</strong> Suara dengung dari kepak sayapnya terdengar jelas hingga pucuk-pucuk ilalang  … mereka ikut bergetar.. ….</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ketika ia melintasi si semut yang masih berjalan dengan senyum dan gagahnya, ia memalingkan kepalanya sambil berkata     ‘ <em><strong>hahaha…  Mut.. lo capek ya… udah gue bilang.. gue pasti menang.. hahahha…  ’ </strong></em>…..</p>
<p style="text-align: justify;">lalu dalam sekejap saja.. ….</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>happ…!! </strong> lalat hinggap tanpa melihat  lokasi pendaratan,  dan ia mendarat tepat pada pangkal buah nangka yang penuh getah….</p>
<p style="text-align: justify;">“<em><strong>oww..   kakiku…  semua kakiku terkena getah…  arhh..aku tak bisa bergerak…. !! “ …</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kejadian itu, semua penonton hanya terpana…  mereka lalu beralih memandangi si semut yang tetap tersenyum sambil berjalan menuju daging buah nangka..</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan penuh percaya diri, semut akhirnya sampai garis finish… buah nangka itu.  Dicarinya jalan dengan hati-hati agar langkahnya tak terjerembab masuk menembus getah, hingga sampailah di antara  daging buang nangka yang harum berwarna kuning itu.    Ia kemudian mengajak semua penonton yang hadir untuk bersama-sama menikmati buah nangka.  Dan tentu, tanpa dikomandoi, segerombolan semut lainnya tiba-tiba datang menikmati buah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara si lalat, karena bukan termasuk satwa berleher panjang, tentu saja mulutnya tak mampu mencapai daging buah nangka yang hanya berjarak beberapa centimeter saja di depan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun sampai terlebih dahulu, ia tak dapat menikmati daging buah nangka yang lezat karena keangkuhannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">the end &#8230;  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
*********************************</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Kisah ini, adalah lanjutan dari kisah lalat vs semut,  <a href=" http://guskar.com/2010/03/31/lalat-vs-semut/">di sini</a>.    Dan ini, adalah buku dongeng sebagai cinderamata dari acara DMKD tersebut.   ( &#8230;. dan  <strong>perihutan</strong> pun kembali bergumam.. ‘<em>lagi-lagi pamer hadiah</em>..! ‘  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   )</p>
<p style="text-align: center;">
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/IMAGE_00616.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-716" title="IMAGE_00616" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/IMAGE_00616-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Senja Beliau</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/masa-senja-beliau.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/masa-senja-beliau.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[rt]]></category>
		<category><![CDATA[rw siaga]]></category>
		<category><![CDATA[sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Ayahku sudah lama pensiun dari pekerjaannya.  Usianya kini sudah hampir 69 tahun.  Beberapa bulan setelah pensiun, beliau sempat di’karya’kan lagi di tempat dinasnya untuk waktu cukup lama, sekitar 3 tahun.  Mungkin karena terbiasa bekerja, maka setelah masa pensiun itu benar-benar tiba, beliau tidak betah jika hanya duduk-duduk di rumah sekedar membaca Koran atau nonton TV, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/senja-wailago.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-708" title="senja-wailago" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/senja-wailago-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Ayahku sudah lama pensiun dari pekerjaannya.  Usianya kini sudah hampir 69 tahun.  Beberapa bulan setelah pensiun, beliau sempat di’karya’kan lagi di tempat dinasnya untuk waktu cukup lama, sekitar 3 tahun.  Mungkin karena terbiasa bekerja, maka setelah masa pensiun itu benar-benar tiba, beliau tidak betah jika hanya duduk-duduk di rumah sekedar membaca Koran atau nonton TV, karenanya saat ini aku melihat beliau menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan rumah atau lingkungan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak masih bekerja, beliau sangat rajin membuat kliping Koran.  Berita seputar Iptek, kesehatan, Psikologi dan Olah raga didokumentasikan dengan sangat rapi menjadi kliping.  Selain itu beliau juga mengumpulkan buku intisari yang terbit sejak zaman dulu. Kalau tidak salah, intisari tahun 70an terlihat ada diantara tumpukan klipingnya.  Namun sayang, tumpukan kliping dan koleksi buku intisari itu kini telah lenyap digondol maling.  Awalnya ketika ayahku memutuskan untuk menyimpan kliping dan buku yang jumlahnya sudah sangat bejibun tersebut di rumah kami yang masih kosong sebelum ditempati kakak tertuaku.  Sayang sekali memang, kliping itu cukup bermanfaat bahkan sempat beberapa kali dipinjam dan diminta oleh beberapa anak sma/smp tetangga kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin hari, beliau semakin sibuk saja rasanya.  Sejak ada program pemerintah tentang raskin ( beras bagi masyarakat miskin) dan minyak goreng bersubsidi, ayahku ditunjuk sebagai pengelolanya.  Tak heran jika secara rutin, ada kegiatan penimbangan beras di halaman rumah kami.  Beberapa karung beras dipecah menjadi kemasan 2 kg.  Ayahku memiliki data masyarakat yang diprioritaskan memperoleh jatah beras itu.  Tidak jarang, masyarakat yang tidak miskin-miskin amatpun membeli beras raskin ini, kalo tidak salah harganya 2000 rupiah per kilogram.  Lalu, jika minyak goreng bersubsidi itu tiba, ayahku dan beberapa tetangga kami kemudian sibuk memecah kemasan minyak goreng 2 kg menjadi 1 kilogram untuk kemudian ditawarkan secara merata (bergantian) kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak itu saja, ayahku juga ketua RT sekaligus ketua RW siaga di kompleks rumah kami.  RW siaga adalah RW yang penduduknya dianggap memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta mau untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan gawat darurat kesehatan secara mandiri.  Oleh karena itu, ayahku bertanggung jawab memantau masalah kesehatan terutama ancaman narkoba di kalangan pergaulan remaja di lingkungan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kepengurusan DKM mesjid, beliau ditunjuk jadi bendahara.  Beliau juga pasti didaulat untuk mengumandangkan adzan bila sholat jumat tiba.  Mungkin karena sholat jumat ‘dianggap lebih istimewa’, maka ayahku tetap diminta untuk mengumandangkan adzan karena suara adzannya adalah paling merdu dibandingkan yang lain. Tadinya, beliaulah yang selalu mengumandangkan adzan setiap waktu sholat tiba, namun beberapa waktu belakangan ini, beliau meminta agar generasi muda di lingkungan rumah kami menggantikan beliau menjadi muadzin.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, Jika ada proyek perbaikan jalan utama kompleks, (yang aku tau sudah dilakukan 2 kali) ayahku pasti jadi ketua panitia juga.  Penunjukkan ini mungkin berkaitan dengan masa dinasnya dulu di PU sehingga beliau dianggap orang yang tahu tentang urusan mengaspal jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika ada waktu untuk benar-benar istirahat dari tanggung jawabnya kepada masyarakat, ayahku akan menggunakan waktunya untuk memancing !  ya, itu adalah salah satu hobinya sejak zaman baheula, sejak aku SD.  Itu sebabnya kini aku tak terlalu suka makan ikan, melihatnya saja bosan karena hampir setiap hari ikan itu ada di rumah, di dalam kulkas mamahku.  O ya, ayahku juga jago masak.  Masakannya enak sekali, mungkin keturunan dari eyangku ( almh ) yang memang pandai memasak bahkan semasa hidupnya, eyang dari pihak ayahku itu sering menerima ‘job’ menyediakan catering utuk hajatan.  Membuat sop buntut, sop kaki, sate, dendeng ikan dan sambal bawang adalah keahlian ayahku, dan biasanya dapur jadi berantakan sekali jika beliau sesekali masak.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak sekali kegiatan beliau selain itu, dulu ketika usianya belom tua-tua amat, beliau masih sangat rajin berolah raga.  Lari, tenis dan berenang selalu rutin dilakukan.  Beliau juga tidak merokok sehingga Alhamdulillah selama ini aku tidak pernah melihat beliau sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, mesjid di kompleks kami sedang direnovasi dan sudah pasti ayahku juga yang jadi panitianya.  Beliau menjadi bendaraha juga.  Biaya renovasi diperoleh dari swadaya masyarakat.  Ayahku mencatat dengan rinci setiap ada sumbangan yang disampaikan langsung melalui beliau atau melalui mamahku.  Sesekali, aku melihat ayahku turut mengaduk semen juga lo…  bergabung dengan para pekerja lainnya  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Dan biasanya, jika ada kegiatan renovasi mesjid yang beliau tahu, beliau akan  mengabarkannya kepada adik2nya alias pada om dan tante2ku agar ikut menyumbang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika dapat diukur, mungkin apa yang dilakukan ayahku tidak terlalu besar nilainya, namun Insya Allah semua itu bermanfaat bagi orang banyak.  Aku juga berharap hingga usia aku tua nanti ( jika diberi umur panjang), aku dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat tidak hanya bagi aku dan keluargaku saja, namun juga bagi orang lain, minimal orang-orang di lingkungan sekitarku….  Amin.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>So.. apa saja kegiatan ayahanda sobat-sobat di rumah …? </strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/masa-senja-beliau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
