Dominansi Otak = -2 ( Kiri )

love_heart1Sebulan yang lalu pihak sekolah TKIT tempat Rafi bersekolah menelponku.. ‘Mama Onit, Rafi mo diikutkan test psikologi ngga ? ……  ‘ o iya Bu, ikutkan saja..’. Aku yang sedang berada di BSD tidak sempat melihat bagaimana proses test itu berlangsung tapi sepertinya tidak jauh berbeda saat test itu dilakukan pada kakaknya saat masih bersekolah di TK yang sama.  Setiap setahun sekali, TK Islam Terpadu tempat kedua anakku bersekolah memang mengadakan test psikologi untuk siswanya (yang berminat).  Kupikir ini cukup penting, minimal hasilnya bisa dijadikan pedoman bagi kami, para ortu,  ibu khususnya, dalam menerapkan pola asuh bagi anak-anaknya.

Hari Jumat kemarin, aku pulkam (lagi).  Walau rasanya lelah, tapi aku kangen pada Onit dan Rafi apalagi pada minggu lalu si kecil baru saja berobat karena ada luka bernanah di tangan kirinya.  Kebetulan, saat sampai rumah, ada undangan dari TK bahwa hari Sabtu, ada penjelasan mengenai hasil test psikologi anak yang dilakukan hampir sebulan yang lalu itu.

Sampai di sekolah, aku baca tiga lembar kertas hasil test itu..  hmm.. secara umum, perkembangan mental dan motorik anakku adalah normal, begitu juga IQ nya.  Namun ada beberapa catatan yang menurutku penting bagiku dalam menerapkan pola asuh untuknya.

Pada test itu,  Ada dua belas point yang dinilai, yaitu Achievement,  Pertahanan diri, Otonomi, Penonjolan diri, Kerjasama, Kepedulian, Ketergantungan, Dominasi, Kebimbangan, Keajegan, Heterosexual, dan Agresifitas.

Semua point diberi skala 0-100.  Dikatakan normal, jika nilainya tidak jauh dari angka 50-60.  Semua penjelasan dari Ibu Dewi (psikolog) aku catat.

Khusus untuk si kecil Rafi, sebagian besar point yang dinilai hasilnya adalah normal namun ada point yang nilainya ekstrim/terlalu tinggi yaitu point ‘kepedulian’  (93) .

Menurut sang Psikolog, nilai ‘kepedulian’ pada anak yang terlalu tinggi dicirikan sbb:

-    Kadang merengek minta sesuatu tapi tidak diungkapkan dengan jelas ……………. ( hmm.. Rafi ga pernah si klo begini  :)   )
-    Kurang bisa mengeluarkan emosi ……….. ( pantas saja…jika Rafi sedang bermain dan temannya jahil atau pelit (menurutnya), ia tidak melawan dan hanya pulang sambil menggerutu … ‘dede ga mo maen lagi sama faris,   …farisnya galak…’ heheheh )
-    Sangat perasa ………………   ( kalo yang ini bener banget..)
-    Mudah terbawa emosi, misal kalo nonton tayangan film ia akan ikut menangis/gembira ………. ( yang ini  juga bener banget.. saat nonton Godzila yang adegannya sedih.. anakku ini ikut menitikkan air mata.. dan    nangis beneran. … .!!  )

Nilai kepedulian yang terlalu tinggi, salah satunya disebabkan oleh pola asuh yang tidak kompak/tidak konsisten. Ketidakkompakkan atau ketidakkonsistenan itu sendiri bisa terjadi antara ayah dan ibunya atau karena ia tidak hanya diasuh oleh ortunya tapi juga oleh nenek/kakeknya.  Saat ibunya bisa tegas, misal menolak keinginan anak, sang nenek-kakek justru mengabulkannya (karena sayang).  Ini menjadi cacatan buatku !

Maka pola asuh yang diterapkan adalah menjaga kekompakkan atau kekonsistenan itu sendiri.  Selain itu, aku juga diminta untuk lebih mengajarkan anakku tentang ‘bela diri’ ..bukan silat atau taekwondo.. tapi Rafi harus diajarkan agar ia mampu membela dirinya (secara verbal) baik saat ia bermain/bersosialisasi dengan teman-temannya atau dengan kakaknya sendiri….

Lalu dari keseluruhan test itu, psikolog juga dapat menyimpulkan bagaimana dominansi otak yang bekerja pada anak.  Untuk anak usia TK, dominansi otak yang bekerja,  normalnya/biasanya adalah bagian kanan.  Dan untuk anakku, ternyata dominansi otaknya adalah -2 Kiri..  weleh…weleh..

Dominansi otak kiri biasanya dimiliki oleh anak kelas 3 SD, yang sudah mulai bisa berpikir secara logika.  Oleh karena itu, sang psikolog memberitahuku bahwa jika menjelaskan sesuatu pada Rafi, harus dengan logika dan fakta-fakta… ( weleh… ga bisa di boongi dong…. Heheheh..).  Pantas saja.. ia sering bertanya… saat diajarkan baca latin dan iqro  misalnya.., dia tanya gini

ini kok dibacanya ba (sambil menunjuk tulisan ‘ba’) yang ini juga ‘ba’ (sambil menunjuk huruf ‘ba’ pada buku iqro satu ) atau kalo ia minta jajan dan aku tolak karena di luar hujan..    maka ia akan jawab…….    ’kalo hujan kan bisa pake payung nda..’    atau saat ia naik mobil2an di arena bermain anak, ia akan turun sesaat kemudian berjongkok untuk melihat mesin yang bekerja pada mobil2an itu…        hihhihihi..  pintar sekali engkau Nak…

Dan untuk yang ini, sang psikolog memintaku agar Rafi lebih sering diberi tugas mewarnai gambar di rumah… :)

Oya.. ada pertanyaan lucu dari salah satu ortu pada saat pertemuan itu  …..

Bu..anak saya kok suka mengancam ya…kalo minta sesuatu dan tidak dikabulkan, ia mengancam sambil membanting benda .. “ lalu sang psikolog balik bertanya….’coba ingat-ingat  lagi Bu..  dalam pola asuh yang Ibu terapkan, mungkin Ibu juga sering mengancam anak ibu..misal “ hayoo…kalo ga bobo siang nanti ga diajak… dsb..dsb..”…

sang ibu hanya terdiam sambil senyum2… (heheh.. pasti ia bergumam …salah gua sendiri ya..?).    Karena pertanyaan itu, akupun bertanya pada diri sendiri..      ‘mm..kayaknya aku juga pernah mengancam anakku… soalnya,  kadang kalo Rafi menginginkan sesuatu dan tidak dikabulkan..ia akan berkata…     ’ ya udah… dede ga mau sekolahhhhh…. Selamanyaaaaaaaaaa…..   !!! :)

Dan Untuk Ibu di seluruh dunia… Selamat Hari IBU… didiklah anak-anak kita dengan cinta dan kasih sayang…karena setiap energi yang tak terkatakan akan sampai ke setiap kalbu buah hati kita….

banner ad


32 Responses to “Dominansi Otak = -2 ( Kiri )”

  1. nakjaDimande says:

    mantab, ceuceu sebagai ibu memahami dan belajar secara detil tentang hasil test psikologi Rafi.

    Onith dan Rafi berbahagialah, ibumu adalah ibu nomor satu..!

  2. aguskusuma says:

    yup oke juga, sy sbg ortu (ayah) harus ikut juga memperhatikan pola asuh anak, btw selama ini kdg saya terlalau memberikan kebebasan kpd pihak istri untuk melakukan sebaik mungkin, yah makasih bundo ternyata artikel ini telah menyadarkan sy ttg pentingnya mengatur pola asuh anak sejak dini, kebetulan sy pnya anak asia 7 & 11 thn, masa2 nya labil dan masih bisa dibelok2an.

    makasih banayak ceuceu

  3. wah kecil2 dah diikutin psikotest ya mbak ?
    psikotest pertama saja justru jaman SMU dulu,
    nice…
    blogwalking dan salam kenal mas

  4. doelsoehono says:

    Salam

    kasih ibu sepanjang jalan ….

    cinta ibu tak akan terputuskan …

    wacana posting yang bisa saya tauladani …makasih banyak mbak mahardika

  5. ceuceu says:

    @ Bundo : makasi Bundo.. semua ibu di dunia pasti berusaha untuk menjadi nomor satu buat buah hatinya… saya masih dalam proses itu…
    @ aguskusuma : blog adalah tempat berbagi ya mas… saya juga pasti belajar dari mas bagaimana mengasuh anak pada usia2 labil itu.. semoga Allah senantiasa melindungi anak2 kita
    @ thedollarcorner : zaman saya kecil juga ga ada psikotes..heheh.. begitu majunya zaman ini yaa..hehe salam kenal juga.. ( mas? loh…. ?? :) )
    @ doelsoehono : iya..kasih ibu sepanjang jalan… sama-sama mas..makasi juga… btw.. mbak mahardika ? nama saya belom ganti mas… :)

  6. guskar says:

    saya mengamati perkembangan kika dan lila. ternyata lila lbh pintar bersosialisasi drpd kika. dering telp di rumah lbh bnyk utk lila dr teman2nya. dng anak2 perumahan lila juga beken he..he..
    kika lbh pendiam, dia lbh senang mengungkapkan sesuatu dng bahasa tulisan. tp klo untuk urusan main boneka, mrk berdua kompak dan rumah sangat berisik. masing2 melakonkan boneka2 yg dipegangnya, dengan aneka macam jenis suara.
    2 boneka kiriman ceu kmrn sdh diberi nama, cuma saya lupa.. :D

  7. ceuceu says:

    @ guskar : heheh.. 2 anak 2 karakter ya.. sama aja.. onit ma rafi juga beda.. rafi lebih lincah tapi hatinya lembut bgt… klo onit, agak galak :) tapi lebih pendiam.. rafi sering jadi ketua geng saat main sama anak seusianya di perumahan.. kadang tetangga ada yg protes… ” mama onittttt….itu anakmuuuuu…. lari2 muluuu..banyak motor nii… ” :)

  8. aldy says:

    Saya percaya dan sangat percaya tidak ada satupun ibu yang benar-benar ibu tidak sayang kepada putra putrinya, nah ini juga kemudian menjadi masalah (termasuk sang ayah), karena sayang sehingga semua permintaan sianak dipenuhi dan akibatnya fatal. Anak menjadi manja dan tidak mandiri.
    Kejadian seperti ini sering saya jumpai jika tingkat pendidikan siibu setara SMA kebawah. Saya melihat ada korelasi yang kuat antara pengetahuan siibu dan Bapak terhadap perkembangan psikologis anak. ( udah ah kepanjangan, ntar dikira mau posting lagi….(just kidding )).

  9. ceuceu says:

    @ aldy : heheh.. sekalian posting juga gpp kok mas.. :) iya, sering kita jumpai hal demikian, saking sayangnya semua keinginan anak diturutin.. minimal harus disiasati lah agar anak merasa bhw untuk mendapatkn sesuatu, ia hrs berjuang dl… semua ibu sebaiknya senantiasa belajar terus ya mas.. thx atas sharingnya..

  10. jejak annas says:

    cuma bisa geleng-geleng ngebaca tulisannya. mantab surotop. top surantabs

  11. tukangpoto says:

    Memang sudah tugas orang tua untuk selalu update tentang perkembangan anaknya dan mengaplikasikan apa yang diperlukan. Salam kenal, ceu.

  12. vizon says:

    kunjungan balasan nih ceu…
    mantap betul ulasannya. saya jadi bertambah pengetahuan nih. terima kasih ya…
    mendidik anak memang bukanlah perkara mudah. kesalahan dalam mendidiknya, akan berakibat fatal. perlu kesadaran para orangtua untuk terus belajar dan menambah pengetahuan agar dapat memberikan pengasuhan dan pendidikan terbaik bagi anaknya… :)

    salam

  13. bunda memperhatikan anak2 dirumah, yg kedua(perempuan) lebih pintar sosialisasi dibanding abangnya, dan si abang adalah pemerhati yg baik dr seiap pembicaraan yg terjadi disekitar, kayaknya hal itu mungkin yg menyebabkan abang memilih jurusan jurnalistik ketika kuliah.
    salam sayang utk Onith dan Rafi.
    salam.

  14. ceuceu says:

    @ jejak annas : waduh.. komengnya mantop… !!! :) thx yaa…
    @ tukang photo : salam kenal juga mas.. iya ni.. saya sering merasa takut kalau2 anak saya ‘aneh2..’ .. :) jadi perlu belajar terus..
    @ vizon : makasi mas… memang mengasuh dn mendidik anak rasanya menjadi tanggung jawab paling besar dalam hidup saya/semua ortu…
    @ Bunda : makasi bunda.. salam sayang juga buat anak-anak bunda di rumah.. memang tiap anak tumbuh dengan karakternya masing-masing .. anak adalah investasi masa depan ya Bun… semoga abang bisa menjadi jurnalistik yang handal .. amin..

  15. demoffy says:

    harus bisa seimbang, antara otak kanan dan kiri…

    tapi kayaknya mank sulit.. :(

  16. Jaka says:

    Wah, pertama kali ikutan psikotest malah pas nyari2 kerja.
    Onith dan Rafi semoga selalu menjadi anak yang berbakti kepada Ibunya, kedua orangtuanya.

  17. mr psycho says:

    Dengan adanya test seperti itu mungkin kecerdasan/perilaku anak bisa lebih diarahkan ya sis..
    PS: selamat hari ibu ya ..maaf telat nih :D

  18. ceuceu says:

    @ demoffy : )kecenderungannya setiap orang dominan dengan salah satu bagian otaknya..kanan/kiri.. ( mungkin… ) :) salam kenal ya..
    @ jaka : psikotes yang disuruh gambar dan ngitung itu ya.. heheh… amin..amin.. makasi doanya… salam kenal..
    @ mister : maksudnya si gitu mister… ya semoga saja saya bisa memandu anak2 dengan baik.. .. oya.. selamat hari ibu juga buat mamanya mister… buat nyonya.. ? belom ada ya? heheh… dah akhir taun ni… !! :)

  19. Makna Hidup says:

    Postingan yang sangat berarti buat saya, terima kasih sudah berbagi ilmu.
    Semoga Ceuceu selalu menjadi Ibu yang baik dan tidak pernah terlepas dari memperhatikan perkembangan kejiwaan anak, agar kelak mereka menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah, berbakti pada orang tua, berguna untuk bangsa dan agama.
    Sukses buat Ceuceu !

    Salam,
    MAKNA HIDUP

  20. ceuceu says:

    @ makna hidup : makasi ya.. makasi atas doanya.. Amin. sukses juga buat anda…

  21. alamendah says:

    Waduuuuh…
    Gak boleh ngancem anak nih, bisa senjata makan tuan.
    Trus punya anak dominasi otaknya -2 kiri mengasikkan tetapi juga bisa bikin sebel.
    Hehehehehe

  22. dinoyudha says:

    subhaanallah…semoga kelak bisa memberikan pendidikan dan bimbingan yang baik untuk anak-anak generasi unngul..aamiin

  23. ceuceu says:

    @ alamendah : tepatnya bukan sebel mas… tapi kita harus taktis krn dia selalu punya jawaban.. heheh…

    @ dinoyudha : amin..amin…amin.. makasi.

  24. julie says:

    wah gtu ya rupanya?
    jadi inget kadang2 aku suka ngancem gitu kalo boboin rico hehehe

  25. kaka says:

    Kok saya baru denger ya ceu yang kayak gituan. Anak yang di test psikologis ? Beneran…

  26. ceuceu says:

    @ julie : hihhi.. kayaknya semua emak pernah kayak gitu ya Jul.. mkin caranya aja dibuat ga seperti ngancem.. ( mksudnya..??? :D )

    @ kaka : soalnya kaka blm punya anak.. hehe.. sekarang si hmpir semua tk biasanya mngadakan test serupa …. test psikologis kan bukan cm buat yang ‘sakit’ ka… atau yg lagi test masuk kerja.. :)

  27. elia|bintang says:

    saya juga sering denger salah satu masalah dalam parenting adalah double-standard. ibunya bilang ga boleh, ayahnya bilang boleh atau sebaliknya. atau ortunya bilang ga, kakek neneknya bilang iya. mungkin ngaruh di kepribadian anak jadi ga tegas atau cenderung oportunis kali yah.. kali sih huehe :mrgreen:

    walaupun udah telat, tetep mau bilang selamat untuk hari ibu untuk semua ibu dan perempuan2 hebat di dunia!

  28. ceuceu says:

    @ elia : sip mas.. makasi atas uacapannya. Ttng parenting itu, bener banget.. bagi saya kekompakan ‘suara’ antar ibu-bapaknya itu sebuah keharusan. kalopun ada beda, didiskusikannya di kamar dulu :) yg nanti sampe ke anak ya suaranya sama.. hehe.. mnrut saya si… thx ya

  29. nh18 says:

    Menjadi Orang Tua itu tidak ada sekolahnya …
    Tetapi justru disitulah letak indahnya …

    BTW …
    Rafi bakal jadi anak pintar nih Bu …
    Logikanya sudah mulai terasah sejak dini

    Salam saya

  30. ceuceu says:

    @ nh18 : iya ya.. ga ada sekolahnya.. naluri aja yg dipakai. Amin..amin Pak.. makasi.. yang penting jadi anak sholeh deh..

  31. wi3nd says:

    teh sofie nda tin99al sama anak anak?

    ada yah test kaya 9ini maseh kecil? ba9us ju9a yah,jadi tahus ejak dini ba9aimana cara mendidiknya..

  32. ceuceu says:

    @ wi3nd : kadang saya memang meninggalkan mereka wi3nd, terutama jika ada ‘panggilan’ dari BSD.. :)

Leave a Reply