<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>our love notes &#187; easy story</title>
	<atom:link href="http://ourlovenotes.com/category/easy-story/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ourlovenotes.com</link>
	<description>The journey of our life</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 01:15:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<image>
<link>http://ourlovenotes.com</link>
<url>http://ourlovenotes.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-54.ico</url>
<title>our love notes</title>
</image>
		<item>
		<title>Tentang Pekerjaan Rumah Tangga</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/tentang-pekerjaan-rumah-tangga.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/tentang-pekerjaan-rumah-tangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 00:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[asisten rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=1148</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa hampir delapan bulan aku tinggal di semarang dengan kehidupan baru.  Selama itu pula aku benar-benar menjadi ibu rumah tangga tulen karena belum lagi bekerja formal di luar rumah.  Pekerjaan online tetap jalan namun tidak sefokus dulu, sebab utamanya karena aku lebih focus pada pekerjaan mengurus rumah saat ini….  Pekerjaan rumah yang tadinya jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/12/nifty-little-house.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1149" title="nifty-little-house" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/12/nifty-little-house-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a>Tak terasa hampir delapan bulan aku tinggal di semarang dengan kehidupan baru.  Selama itu pula aku benar-benar menjadi ibu rumah tangga tulen karena belum lagi bekerja formal di luar rumah.  Pekerjaan online tetap jalan namun tidak sefokus dulu, sebab utamanya karena aku lebih focus pada pekerjaan mengurus rumah saat ini….  Pekerjaan rumah yang tadinya jarang aku pegang..kecuali memasak  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
Dulu, tidak lama setelah lulus kuliah, aku bekerja,  dan ketika menikah, aku tetap bekerja.  Itu sebabnya aku selalu memakai jasa asisten rumah tangga ( pembantu rt ) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah dan menjaga anak.  Beberapa pekerjaan rumah sesekali aku kerjakan jika asisten tidak datang atau ketika libur hari raya karena sang asisten turut libur.  Seorang aisten rumah menjadi orang yang sangat berjasa bagiku, betapa aku sangat bingung dan kerepotan jika asisten itu tidak datang.  Maklumlah komitmen pada pekerjaan harus aku pegang sebaik mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dan tentang pekerjaan-pekerjaan rumah, jika aku ingat dulu, semasa masih gadis, ibuku jarang sekali menyuruh aku atau kakak perempuanku melakukan pekerjaan seperti mencuci piring, menyapu, ngepel, atau pekerjaan lainnya walaupun kami tidak memiliki asisten rumah tangga waktu itu.  Aku tidak tahu alasannya, tapi yang pasti bukan karena aku tidak mau atau malas hingga ibuku enggan menyuruhku ?.  Kalau aku dengar cerita dari om/tante atau uwaku, dulu nenek kami (dari pihak ibu) memang jarang menyuruh anak-anaknya melakukan pekerjaan rumah…..yang terutama harus dilakukan hanyalah belajar dan belajar.  Bedanya, sejak keluarga ibu/nenekku masih tinggal di Sumedang ( tanah kelahiran asli ibu ) dan kemudian pada tahun 60an menetap di bandung, nenek hampir selalu memiliki asisten rumah tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">
Khusus tentang asisten rumah nenekku, ada beberapa hal yang aku ingin ceritakan disini.</p>
<p style="text-align: justify;">
Semasa masih tinggal di Sumedang (sejak ibu lahir hingga tamat SMA), nenek memiliki asisten rumah tangga yang sering salah atau membuat nama ibu dan kakak/adiknya berbeda dengan nama aslinya <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .   Ibuku misal, karena dulu tubuhnya agak gemuk, yang kalau dalam bahasa Sunda disebut <em>demplon</em> atau <em>bahenol</em> <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  maka ibuku yang bernama Tetih dipanggil dengan panggilan <em><strong>&#8216;depong&#8217;</strong></em>.  Anehnya , seluruh keluarga jadi ikut-ikutan memanggil ibu dengan <em>depong</em>.  Dan nama panggilan ini menetap hingga kini.  Sepupu-sepupuku memanggil ibu dengan ‘bi depong’ atau ‘wa depong’.  Lalu om ku yang bernama Sofyandi, nama panggilannya adalah ‘iyan’ namun asisten rumah waktu itu tidak pernah bisa mengucapkan ‘iyan’ dan memanggil Om dengan ‘<strong><em>eeng</em></strong>’… ( jauhh banget kan… <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).. dan nama itupun kemudian menetap hingga kini, walaupun istrinya pernah meminta kami untuk memanggilnya dengan panggilan ‘Om Iyan’  saja <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  terutama jika sedang berada di luar lingkungan rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">
Ketika keluarga ibu pindah dan menetap di bandung, nenekku menggunakan jasa asisten rumah tangga yang dibawa dari sumedang, tapi kali ini sang asisten adalah laki-laki.  Saat itu mungkin sekitar tahun 60an, ibuku masuk FH Unpad ( tidak sampai lulus <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   ) dan adik-adik ibu masih sekolah di bangku SMA-SMP.  Bertahun-tahun sang asisten setia bekerja pada keluarga ibu.  Katanya, beliau adalah orang yang sangat rajin dan jujur.  Ketika salah satu omku lulus dari ITB dan mendirikan perusahaan, sang asisten ini diangkat menjadi karyawan tetap di sana.  Itu sebabnya aku mengenal beliau karena hingga saat ini, ia masih bekerja di perusahaan Om.  Ia telah berumur sekarang, bersama istri dan anaknya, ia telah cukup hidup mapan di bandung… rasanya ia telah menjadi bagian keluarga besar kami.</p>
<p style="text-align: justify;">
Aku tidak tahu persis siapa pengganti beliau sejak tidak lagi bekerja di rumah nenek, tapi yang pasti, saat aku SD, asisten rt di rumah nenek adalah seorang perempuan cukup tua yang kami panggil dengan ‘bibi’.  Bibi ini tinggal di sekitar rumah nenek di bandung, daerah jalan astina.  Perawakannya sangat ceking tapi gesit.  Salah satu hal yang aku ingat dari bibi adalah … memanggil ibu dan saudara perempuan ibu dengan panggilan ‘neng’,   ‘den’atau ‘aden’ pada saudara laki-laki ibu dan memanggil nenek-kakekku dengan ‘JURAGAN’…  ( ehhmm… jadi teringat salah satu blogger handal yang enek banget klo dipanggil ‘<em><strong>GAN</strong></em>’….walau tidak tau persis maksudnya ‘jura <strong><em>gan</em></strong>’ atau ‘<em><strong>gan</strong></em> teng’ atau ‘af <strong><em>gan</em></strong>’ tapi kupikir kemungkinan besar maksudnya adalah juragan…hehehhe).</p>
<p style="text-align: justify;">
Saat sedang di rumah nenek, aku serasa hidup di jaman feodal jadinya.  Walau sering diminta untuk memanggil dengan panggilan ‘ibu sepuh’ saja, tapi ia tetap lebih memilih   juragan.. hehe.. ya sudahlah..<br />
Hingga nenek-kakekku meninggal tahun 90an lalu, bibi lah yang tetap menjadi asisten rt nenekku.  Berarti ia bekerja belasan tahun di rumah nenek.  Aku praktis tidak pernah lagi bertemu dengannya sejak nenek wafat.</p>
<p style="text-align: justify;">
Aku sendiri, saat aku tinggal di Cirebon dulu dan punya anak, aku juga menggunakan jasa asisten.  Asisten pertama aku masih ingat namanya rokayah.  Dia masih kecil, mungkin masih duduk di SMP jika masih sekolah. Anaknya baik, tubuhnya kecil, berambut keriting dan tidak banyak bicara.  Hanya kurang dari satu tahun ia bekerja di rumahku, ia berhenti bekerja gara-gara ibunya tidak aku beri pinjam uang..  (pinjamnya jutaan bo.. hehe…)  Setelah itu, penggantinya adalah tati. Ia juga masih kecil dan punya banyak adik.  Seperti halnya rokayah, ia bekerja kurang dari satu tahun, karena memutuskan untuk pindah bekerja di pabrik.  Pengganti tati adalah oom.  Anak ini berkulit gelap dan gemuk.  Ia sebenarnya rajin bekerja dan telaten mengurus onit, namun setelah beberapa bulan bekerja,  ia aku pecat karena ketahuan mencuri.  Belakangan aku tahu bahwa ternyata selama bekerja di tempatku ia pernah beberapa kali membawa pacar dan teman-teman pacarnya main di rumah…  busyettt… untung saja langsung aku pecat saat itu !<br />
Setelah itu, asisten rumah selanjutnya adalah aisyah.  Kami memanggilnya mba isah.  Anaknya berambut ikal panjang dan sudah cukup dewasa.  Asisten inilah yang rasanya paling cocok.  Mungkin karena memiliki pengalaman bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta dan bekerja di rumah dengan 2 lantai, maka saat bekerja di tempatku ia merasa pekerjaannya cukup ringan dan sedikit.  Aku juga tidak perlu repot –repot memberi ia instruksi ini-itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
Jika sedang di luar rumah, mungkin tidak akan ada yang menyangka kalau dia adalah seorang asisten rt, karena anaknya cantik dan cukup modis <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Ia juga sangat rajin bekerja , telaten mengurus onit dan tidak banyak bicara.  Tetapi, ada dua hal yang manjadi ‘kekurangannya’.. pertama, ia adalah pecinta film dan lagu-lagu india…  (gubrakkkk…!!! ).  Kadang, jika aku akan berangkat kerja, ia meminta oleh-oleh berupa cd film atau lagu india..hehhe…  yaa.. ga papa lah..biasanya permintaan dia ini aku penuhi saja…  hanya saja yang membuat aku jadi gimanaaa gitu..adalah karena onit jadi ikut-ikutan suka india waktu itu…heheh…  Lalu kekurangannya yang kedua adalah…  jika berdandan, ia menghabiskan waktu yang lebih lama dari aku <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .. itu sebabnya seringkali aku yang justru menunggu dia jika akan diajak jalan-jalan… <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />    Setelah aku pindah ke Tasik, dia cukup sering mengirim kabar. Kini, ia telah menikah dan memilki anak perempuan yang umurnya mungkin sudah sekitar 4 tahun, namanya Erin.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dan sekarang ini di semarang, aku tidak ( belum ) menggunakan jasa seorang asisten.  Aku masih berhitung ekonomis <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Aku tidak bekerja, seharian ada di rumah, tidak lagi punya anak kecil/balita… jadi rasanya belum butuh-butuh banget seorang asisten.  Namun disisi lain, aku termasuk orang yang tidak betah melihat rumah kotor, jika ada sedikit saja debu atau kotoran menempel di lantai..wuih..risih sekali.  Dan kebetulan, rumah di semarang ini berada di pinggir jalan besar, hanya berjarak beberapa meter saja dari bibir jalan tanpa ada pohon-pohon besar di halaman.  Otomatis, rumah ini cepat sekali kotor, jika lemari atau kusen jendela di lap dengan kain, noda yang tertinggal bukan lagi berwarna coklat tapi agak hitam, mungkin berasal dari asap kendaraan.  Hmm… aku sering merasa capek jadinya, karena setiap saat ingin selalu membersihkan rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">
Mungkin karena masih penyesuaian, kadang aku jadi agak uringan-uringan dengan urusan pekerjaan rumah ini.   Di satu sisi ingin selalu bersih tapi capek juga kalau harus terus bersih-bersih <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Hmm.. kalau keterusan begini, suami bisa sebel lihat aku..heheh.  Akhirnya aku mulai berpikir bahwa mungkin aku  kembali harus berdamai dengan diriku sendiri.  Tidak perlu ngoyo dengan urusan rumah, toh suamipun tidak pernah menuntut rumah harus selalu tampak mengkilat.  Keputusan untuk tidak menggunakan asisten rumahpun adalah keputusanku.  Tidak hanya itu, rasanya semua kembali pada urusan ‘ikhlas’.  Yup… apapun yang aku lakukan, yang aku alami dalam hidup harus dihadapi dengan ikhlas.  Bukan sok gimanaa gitu ..tapi aku telah banyak belajar dari pengalaman hidup bahwa ‘kekuatan sebuah ikhlas’ akan melepaskan aku dari rasa beban, rasa susah, rasa marah, rasa berat dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">
Mungkin seperti para asisten rt tangga itu..dimanapun .. mereka bekerja dengan ikhlas mengurus rumah orang lain.  Bedanya, mereka bekerja untuk bertahan hidup, maka aku melakukan semuanya lebih karena tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.  Selain itu, mungkin seharusnya aku lebih sadar bahwa mengurus rumah adalah salah satu bentuk rasa syukur…. Menjaga dan memelihara apapun yang aku nikmati saat ini adalah salah satu bentuk rasa syukur ketika di luar sana masih banyak orang yang harus bekerja lebih ekstra keras..</p>
<p style="text-align: justify;">
Sekarang, selain berjanji untuk tidak uring2an lagi ( <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) aku juga tidak ngoyo.. biarlah rumah kotor atau berantakan dikit..   seperti sekarang.. ada mangkuk bekas bakso di meja ruang tamu…ada piring kotor di bak cuci.. ada baju selesai cuci di mesin cuci dan lain-lain.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .. kalau capek ya biarkan saja.. pengen nonton tv ya nonton saja.. pengen tidur ya tidur saja..   <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/tentang-pekerjaan-rumah-tangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Mainan Anak-anak</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/aku-dan-mainan-anak-anak.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/aku-dan-mainan-anak-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 06:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[congklak]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[stik]]></category>
		<category><![CDATA[upin-ipin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; Entah karena masa kecil kurang bahagia atau bagaimana, yang jelas aku hingga kini masih menyukai atau setidaknya selalu tertarik dengan mainan anak-anak kecuali game net&#8230; .  Tidak heran jika aku sering melibatkan diri saat anak-anak bermain, tak terkecuali main bola.  Saat kami masih tinggal di tasik dan rafi baru bisa bermain bola, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/10/IMAGE_00613.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1136" title="IMAGE_00613" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/10/IMAGE_00613-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_1137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/10/IMAGE_00607.jpg"><img class="size-medium wp-image-1137" title="IMAGE_00607" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/10/IMAGE_00607-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sempet mendokumentasikan bermain stik sama rafi th. 2010</p></div>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Entah karena masa kecil kurang bahagia atau bagaimana, yang jelas aku hingga kini masih menyukai atau setidaknya selalu tertarik dengan <a href="http://mainanbocah.com" target="_blank">mainan</a> anak-anak kecuali game net&#8230; <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Tidak heran jika aku sering melibatkan diri saat anak-anak bermain, tak terkecuali main bola.  Saat kami masih tinggal di tasik dan rafi baru bisa bermain bola, aku sering bermain bola berdua saja dengannya di halaman masjid dekat rumah <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Saat rafi menemukan gank’ bermain bola, sesekali aku masih ikut bermain dan biasanya teman-teman rafi dengan muka culunnya mesem-mesem saja saat aku ikut heboh menendang bola ke sana-sini..paling mereka berpikir.. busyettt ni emak-emak boleh juga mainnya.. hehe&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku cukup sering membelikan mainan untuk anak-anak.  Onit, kakak rafi, selalu tertarik dengan mainan berupa peralatan masak-memasak, peralatan salon, boneka yang bajunya bisa diganti-ganti, dan boneka binatang yang bulunya halus-halus itu <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Khusus boneka, koleksi onit lebih sedikit daripada koleksiku. . <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .   Yup, onit hanya menyukai beberapa jenis boneka saja, biasanya boneka kucing, sapi, dan anjing yang berukuran kecil, mungkin terkesan imut dimatanya.  Sementara rafi, semakin besar usianya, ia makin tertarik dengan mainan sejenis puzzle atau mainan yang dirakit  (apa sih istilahnya…).  Pokoknya yang begitulah jenisnya…</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kali aku membelikan mobil-mobilan atau kereta api, ternyata hanya sebentar saja ia sentuh, selanjutnya mainan itu hanya jadi pajangan saja.  Ia hanya akan tertarik pada jenis mobil-mobilan seperti hot wheel, yang bisa dibongkar pasang atau ia ganti ban dan aksesoris di mobilnya.  Begitu juga dengan jenis mainan lain.  Robot atau pesawat misalnya.  Beberapa waktu lalu ( mungkin sampai sekarang ) jenis mainan yang judulnya ‘futura’ cukup booming dan sangat rafi sukai.  Ia akan bersungguh-sungguh merakit robot atau pesawatnya sampai selesai, tak peduli jam sudah sangat malam sekalipun.  Secara, aku pernah membelikan jenis mainan ini, dan sampai ke rumah malam hari.  Rafi langsung membuka dan merakitnya hingga larut malam.  Aku tidak membantunya jika ia tidak memintanya… alhasil aku menunggunya hingga tertidur di kursi.  Karena ketertarikan rafi pada mainan jenis ini, aku beberapa kali membelikan puzzle berupa dinosaurus.  Khusus puzzle ini, rafi sering nyerah hingga aku yang menyelesaikannya..hehe.. cukup rumit memang…tingkat kesulitannya cukup tinggi karena banyak bagian-bagian tubuh dinosaurus yang agak rumit untuk dipasang….</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ingat masa kecil aku dulu, sudah pasti jenis mainan anak-anak waktu itu tidak sama dan tidak sebanyak sekarang.  Namun demikian, ga kalah seru permainannya&#8230;  Aku masih ingat <a href="http://mainanbocah.com" target="_blank">permainan</a> wajib saat aku sd adalah bermain bekles, main tali dan main congklak dengan biji buah tanjung ( entah apa nama lainnya..yang pasti biji tanjung ini aku dapat dengan memungutinya di jalan. Pohon tanjung biasanya berjajar di sisi jalan besar.  Buah yang sudah matang berjatuhan di tanah.  Bentuknya sebesar buah kemiri. Warna daging buahnya kemerahan dan kulitnya agak keras berwarna hitam-coklat.  Biji tanjung dari buah yang sudah sangat matang warnanya coklat tua dan berbentuk oval-gepeng <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).  Biji ini  enak dipakai main congklak dan sawer.  Sawer ? yup aku menyebut permainannya sawer, mungkin beda namanya di tempat lain.  Cara bermainnya adalah dengan melempar segenggam biji tanjung lalu menampungnya di bahu tangan, kemudian dilempar lagi untuk ditangkap.  Jika semua biji bisa ditangkap, permainan diteruskan dengan mendorong biji-biji tanjung yang berserakan di lantai dengan ujung jari telunjuk untuk di’tembakan’ ke biji tanjung lainnya.  Permainan dianggap kalah jika tidak semua biji tanjung dapat ditangkap dari bahu tangan, atau sasaran tembak tidak mengena….   ( bingung ga sih baca deskripsi ini….?  Heheh… ) ya gitu deh pokoknya, yang pasti kenangan permainan anak-anak saat masa kecil dulu masih teringat dengan manis hingga kini.</p>
<p style="text-align: justify;">O iya, saat film upin-ipin muncul di sini, salah satu permainan dalam film itu juga disukai anak-anak.  Aku kira di hampir semua daerah.  Rafi dan teman-temannya menyebutnya ‘main stik’.  Hampir setiap pulang sekolah, rafi membeli stik yang dijual 1000 rupiah per 10 biji.  Agar lebih hemat, aku beberapa kali membeli 1 pak stik yang isinya kalau tidak salah 50-60 plus gambar tempelnya yang bergambar robot-robot atau tokoh dalam film upin-ipin.  Seru memang melihat permainan ini…  stik para pemain diletakkan di lantai, lalu kedua tangan dipukulkan/ditepukkan ke lantai agar stik terdorong oleh udara yang keluar saat tangan ditepukkan.  Makin lama, kedua stik akan saling mendekat, lalu pemain harus berusaha agar stik bisa menambrak atau mengenai stik lawan.  Agar arahnya tepat, para pemain pun berganti-ganti posisi mencari sudut yang pas untuk mendorong stik… seperti bermain bilyard jadinya..hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan salah, rafi sering mengajakku bermain stik ini <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .   Aku pun bermain dengan suka cita…hehe.. lebay.. tapi memang seru kok permainan ini…</p>
<p style="text-align: justify;">Dari semua jenis mainan yang ada saat ini, dan disukai oleh anak-anak kita, sebagai orang tua semua tentu sepakat bahwa jenis permainan apapun sebaiknya memberi nilai edukasi bagi si anak.  Setidaknya , mainan tersebut menuntut anak untuk berpikir, untuk berusaha memecahkan masalah, atau menantang anak membuat strategi.   Penting pula kiranya memberikan mainan yang sesuai dengan usia anak agar ia memberikan reaksi atas permainan itu sesuai kapasitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan keterlibatan aku saat rafi bermain menjadikan aku lebih memahami karakter rafi serta minat dan ketertarikannya.  Jujur, dalam permainan yang melibatkan lawan, bermain stik misalnya… rafi terlihat sangat down bahkan hampir meneteskan air mata saat ia kalah… hehhe… kupikir, disinilah peranku untuk membuat rafi paham bahwa dalam permainan selalu ada pihak yang kalah dan menang… saat kalah, harus tetap berbesar hati, tidak perlu malu atau merasa tak mampu…  dan dari 2- 3 kali pengertian, akhirnya rafi tak pernah lagi sedih saat ia kalah..</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau diceritakan semua jenis permainan pastinya akan sangat panjang. Main gangsing juga sangat menarik rafi, dan sekali lagi gangsing yang ia sukai adalah yang bisa ia ganti-ganti pirantinya… bermain gangsing juga disukai kakak-kakak baru rafi disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini, anak-anak sudah cukup besar..onit bisa dibilang sudah tidak tertarik lagi pada <a href="http://mainanbocah.com" target="_blank">mainan</a> kecuali beberapa boneka imutnya yang sering diajak menemaninya tidur.  Sementara rafi, karena tidak ada tetangga dekat, sepulang sekolah ia hanya bermain saja di rumah.  Beberapa minggu ini ia sangat tertarik dengan game yang ayahnya instalkan di computer.. ternyata mainan yang lain sudah tidak terlalu menarik lagi baginya.  Walaupun masih bisa diatur,   tapi game net atau game sejenisnya agak membuat aku khawatir.. ia jadi kurang berinteraksi dengan orang lain dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.. apalagi aku sendiri tidak terlalu menyukainya sehingga jarang sekali menemaninya bermain&#8230;.walaupun aku pernah membaca bahwa bermain game juga dapat membuat anak cerdas..namun jenis game apa sebenarnya yang tepat untuk mereka…</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Artikel ini diikutsertakan pada <a title="Mainan Bocah Contest" href="http://hardivizon.com/2011/10/18/mainan-bocah-contest/%20%E2%80%8E" target="_blank"><strong>Mainan Bocah Contest</strong></a> di Surau Inyiak”.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/aku-dan-mainan-anak-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpisah</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/berpisah.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/berpisah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 14:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[arisan]]></category>
		<category><![CDATA[Berpisah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang terbayang dalam pikiranku saat menikah dan dipastikan mengikuti suami ke Semarang adalah perpisahan dengan teman-teman. Teman-temanku pastilah ibu-ibu juga..    selain tetangga rumah adalah juga teman-teman yang selama ini sering melakukan kegiatan bersama.  Dengan mereka aku sangat dekat.  Kami mungkin sudah seperti saudara.  Persahabatan ini dimulai saat anak-anak kami bersekolah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/09/ma-teman1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1126" title="ma teman" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/09/ma-teman1.jpg" alt="" width="720" height="520" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang terbayang dalam pikiranku saat menikah dan dipastikan mengikuti suami ke Semarang adalah perpisahan dengan teman-teman. Teman-temanku pastilah ibu-ibu juga..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   selain tetangga rumah adalah juga teman-teman yang selama ini sering melakukan kegiatan bersama.  Dengan mereka aku sangat dekat.  Kami mungkin sudah seperti saudara.  Persahabatan ini dimulai saat anak-anak kami bersekolah di satu TK yang sama.  Bisa terbayang kan… kami adalah sesama ibu-ibu pengantar anak…hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya setiap dari kami memiliki kesibukan masing-masing.  Aku sendiri waktu itu lebih sering ada di Jakarta/BSD.  Temanku yang lain ada yang bekerja, punya usaha, atau sibuk urusan darma wanita di kantor suaminya.  Namun demikian, kami sering meluangkan waktu bersama untuk sekedar makan atau hanya berkumpul di rumah salah satu teman, dan mungkin sudah bisa ditebak kalau salah satu kegiatan kami lainnya adalah arisan <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dihitung, persahabatan kami sudah berjalan sekitar 6 tahun.  Setelah anak-anak lulus TK, kami tak lantas putus hubungan.  Arisan jalan terus.  Dan satu setengah tahun terakhir, kami mengagendakan waktu untuk rutin berolah raga.  Dalam seminggu, minimal 2 kali kami bertemu untuk jogging, sebagian dari kami termasuk aku, ikut senam/aerobic.  Jika <em>21</em> sedang memutar film anak-anak, kami juga berkumpul mengajak anak-anak nonton.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada gengsi diantara kami.  Jika misalnya kami merencanakan makan diluar sambil arisan, dan salah satu diantara kami lagi bokek.. ( aku biasanya.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   ) maka salah satu dari temanku akan jadi volunteer untuk mentraktir…hiihihi…</p>
<p style="text-align: justify;">Niatan kami bukan untuk senang-senang.. hanya sekedar refresing ( beda ga seeh…  ? <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).  Rasanya tidak berlebihan untuk sesekali dalam sebulan memanjakan diri sendiri di sela-sela waktu kami mengurus rumah dan anak-anak.  Tentu saja, setiap akan ‘berkegiatan’ harus ada izin terlebih dahulu dari suami masing-masing (kecuali aku waktu itu).  Kami juga selalu saling bantu dalam segala hal…misalnya nih.. waktu aku jualan sprei..merekalah pembeli pertamaku sekaligus mempromosikan sprei produksiku …hahah..     Selain itu, karena salah satu teman bersuamikan dokter, maka kami sering mendapat periksa dan obat gratis.  Salah satu dari kami juga punya optic…so..urusan beli kacamata atau mo gonta-ganti kacamata jadi urusan mudah karena bisa bayar kapan saja…  hihihihi…</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka semua datang saat acara pernikahanku bulan Mei lalu, …. .  Suamiku hanya geleng-geleng kepala melihat kami.. bagaimana tidak.. kami sepert teletubies yang terus berpelukan..  dan saling bergantian mengambil foto…. heheh.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kini, aku berpisah dengan mereka&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pasti, aku tetap menjalin kontak dengan mereka hingga kini, via telp atau fb.</p>
<p style="text-align: justify;">Persahabatan memang indah..  dan keindahan itu bisa terbangun karena kami saling tulus…kami saling mengingatkan dengan cara yang indah…</p>
<p style="text-align: justify;">Dan di sini..aku berharap akan kembali menemukan persabatan indah itu..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/berpisah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percakapan dengan Anak-anak</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/percakapan-dengan-anak-anak.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/percakapan-dengan-anak-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 06:12:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[belok kanan-kiri]]></category>
		<category><![CDATA[sudwikatmono]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Dengan Onit Di suatu sore beberapa waktu yang lalu, aku dan onit duduk santai di depan televisi, menonton ‘seputar indonesia RCTI’.  Waktu itu, hampir semua stasiun televisi menayangkan berita tentang wafatnya pengusaha sukses Sudwikatmono.  Onit tidak berniat memindahkan chanel televisi walaupun sebagian besar berita yang ia lihat mungkin tidak ia mengerti. Lalu Onit bertanya…. Onit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dengan Onit</em></p>
<p><em><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/anak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-917" title="anak" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/anak-250x300.jpg" alt="" width="250" height="300" /></a><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Di suatu sore beberapa waktu yang lalu, aku dan onit duduk santai di depan televisi, menonton ‘seputar indonesia RCTI’.  Waktu itu, hampir semua stasiun televisi menayangkan berita tentang wafatnya pengusaha sukses Sudwikatmono.  Onit tidak berniat memindahkan chanel televisi walaupun sebagian besar berita yang ia lihat mungkin tidak ia mengerti.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu Onit bertanya….</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Onit : Bun… Sudwikatmono itu siapa….</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku : pengusaha terkenal…</em> ( ku jawab sambil lalu karena aku duduk di depan tv sambil  membuka-buka Koran hari itu )</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Onit : kok Cuma pengusaha aja meninggalnya dibilang-bilang di tivi…<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku : iya… pengusaha terkenal banget soalnya.. sukses… masih sodaraan sama presiden Indonesia yang dulu.. soeharto… </em>( jawabku santai..)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Onit : mmm…   ( onit terdiam… )</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kemudian gambar di tivi memperlihatkan banyak orang yang datang melayat ke rumah alm Sudwikatmono.  Tampak di halaman rumah alm berjejer karangan bunga duka cita.. lalu terlihat pula bagian dalam rumahnya yang tampak sangat luas.  Onit pun bertanya lagi…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>‘Bun…  kalo sukses itu artinya punya uang banyak ya.. punya rumah yang besar ya… ?’</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Koran yang sedari tadi aku baca ku letakkan  di pangkuan…pandangan aku alihkan ke tivi..sambil agak berpikir untuk menjawab pertanyaan onit…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meski aku bukan kaum anti kemapanan, tapi tentu saja aku yakin bahwa uang atau kekayaan bukan satu-satunya parameter bagi seseorang dikatakan sukses.  Mungkin arti dan batasan sukses bagi setiap manusiapun berbeda…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana menjelaskan definisi sukses menurutku kepada Onit dengan bahasa yang ia mengerti…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Aku : ya engga Ka… orang sukses bukan cuma karena ia punya uang banyak.. banyak orang yang uangnya ngga banyak, tapi dia ngerasa bahagia… atau dia punya anak yang soleh-soleh.. ya bisa disebut sukses juga….</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Onit : hmmm…..  ( ia terdiam )</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Entahlah dia paham atau engga dengan jawabanku.. yang jelas akupun ikut terdiam.. rasanya kok sulit menjawab pertanyaan itu …..tapi ya..itulah yang keluar dari mulutku..</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dan setelah itu… pikiranku melayang …  aku jadi berandai-andai….</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">……‘hmmm&#8230;.     seandainya aku punya uang sebanyak sudwikatmono…   <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ‘</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">#############*******************************#########################</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p><em>Dengan Rafi</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Dalam perjalanan ke sebuah tempat, ke manapun, biasa kita melihat banyak tanda rambu lalu lintas di jalan&#8230;.</p>
<p><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/kanan.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-915" title="kanan" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/kanan.jpeg" alt="" width="124" height="124" /></a></p>
<p><em>Rafi : bunda… itu berarti tanda belok ke kanan ya…</em></p>
<p><em>Aku : iya…</em></p>
<p><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/kiri.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-916" title="kiri" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2011/02/kiri.jpeg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p><em>Rafi : Kalo itu berarti tanda belok ke kiri ya Nda…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Aku : iya…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Lalu beberapa saat kemudian, Rafi bertanya lagi…</p>
<p>‘<em>Bunda… kalo tanda buat jalan yang lurus, trus gambarnya gimana ya..? ‘  &#8230; </em>( sambil ia mengangkat kedua tangannya.. tangan kanan seolah menjadi tanda panah lurus dan lalu menabrak tangan kiri sebagai papan &#8230; )</p>
<p><em>Aku :  #$%#^@… tersenyum…..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/percakapan-dengan-anak-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hei..hei Sapa Diaaa..</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/hei-hei-sapa-diaaa.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/hei-hei-sapa-diaaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 17:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[om NH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama aku ingin menulis ini….bukan karena beliau mencantumkan namaku pada ‘nine from the ladies#2’ tapi memang aku mengidolakannya sejak lama karena beberapa hal. Tidak bisa mengatakan beliau sebagai narablog senior karena setahuku usia blognya belum lama-lama amat&#8230;..mungkin tidak jauh berbeda dengan usia blogku.  Jika dikatakan senior karena usianya… ehm.. aku khawatir beliau ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/12/all-thumbs-up_1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-897" title="all-thumbs-up_1" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/12/all-thumbs-up_1-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah cukup lama aku ingin menulis ini….bukan karena beliau mencantumkan namaku pada <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/12/06/nine-from-the-ladies-2/">‘nine from the ladies#2’</a> tapi memang aku mengidolakannya sejak lama karena beberapa hal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak bisa mengatakan beliau sebagai narablog senior karena setahuku usia blognya belum lama-lama amat&#8230;..mungkin tidak jauh berbeda dengan usia blogku.  Jika dikatakan senior karena usianya… ehm.. aku khawatir beliau ga terima.. heheh  ( piss om..) yang pasti aku katakan senior dengan ukuran keilmuannya.  Dari banyak tulisannya terlihat jelas beliau sungguh cerdas..pintar… cermat..   atau apa ya namanya…  ambidextrous !!</p>
<p style="text-align: justify;">Aku lupa kapan pertama kali mengunjungi blognya, yang paling aku ingat di awal perjumpaan kami ( cieee…) adalah komentar beliau di tulisanku tentang paduan suara…   agak nyambung dengan hobbynya bermain musik dan pernah mengiringi acara musik di sekolah puteranya.   Yaa..  he is a pianist also..!</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai disini saja, rasanya sobat-sobat sudah tau siapa beliau…  sudah pasti juga banyak yang mengagumi beliau seperti halnya aku..</p>
<p style="text-align: justify;">Sering terheran-heran karena beliau sangat produktif menulis.. beliau pasti orang yang sangat sibuk.. sibuk sebagai seorang trainer.. sibuk sebagai seorang ayah bagi 3 jagoannya… sibuk juga sebagai pengawal bunda karena bunda kadang memintanya menganter ke mall sekedar membeli sandal atau kaus kaki putera-puteranya…( dengan teriakan yang agak-agak manja gitu katanya…heheheh..       agak-agak sok tau .. tapi bener kan Om…?  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   )</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu..  beliau kok bisa tetap menulis…. mengapdet blognya hampir setiap hari…??   fiuhh.. aku pasti sulit membayangkan ..menerka-nerka jawabannya…. karena hingga hari ini aku belum saja bisa menggunakan waktu seefisien mungkin…  penyakit malas..masih saja hinggap..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pastinya..aku ga pantas mencari pembenaran apalagi menyalahkan waktu..     beliau sangat produktif menulis karena memang beliau sangat hebat..pandai..cerdas…</p>
<p style="text-align: justify;">Di banyak tulisannya….tema yang beliau angkat adalah hal sederhana… tapi kemudian berkembang menjadi bahan diskusi yang menarik..  dan bahkan menjadikan hal sederhana itu penting untuk aku (kita) pikirkan…  misalnya…  perbedaan kebiasaan seorang sopir pribadi di tempat parkir, kebiasaan orang mengunyah permen karet (di tempat yang salah), kebiasaan umumnya orang/pihak menulis ‘ralat’ dengan ukuran kecil (tempatnya di pojok lagi..), atau kebiasaan orang yang lupa/tidak mempersiapkan handphone dalam kondisi full batere sebelum berangkat kerja…dll…dll..  ( kalau tulisan beliau dengan tema serius..tak terhitung lah jumlahnya.. tulisan dengan banyak analisa itu sungguh semakin membuat aku angkat topi padanya..)</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu.. dari tulisannya pula aku merasa beliau adalah seorang ayah dan pendamping bunda yang hangat…  bagaimana beliau memperhatikan si sulung yang akan menjadi pemimpin upacara sekolah..atau memperhatikan si bungsu tidur dengan helm di kepalanya.. atau begitu memuji bunda saat mendadak harus berangkat ke padang sendirian.. pujian sederhana namun begitu hangat…  ( suit..suitt.. jangan ge er ya Om.. hihihi…)</p>
<p style="text-align: justify;">O ya.. belakangan ini, beliau juga punya acara &#8216;rutin&#8217; di blognya yaitu ‘<em>urunan..</em>’ meski kadang telat bergabung, atau bahkan tak mengikutinya tapi aku angkat topi dengan idenya … belum lagi ide yang lain seperti mengajak sahabat narablog mengingat 3 hal yang paling diingat dari narablog lain…  hhmmm…  keren..keren…tentu saja jawabanku tentang beliau adalah :     yes indeed.. the beauty of blogging….3 hal  …  !!</p>
<p style="text-align: justify;">Yes…  beliau adalah Om NH..   bukan karena tanteku nikah dengan beliau hingga aku memanggilnya Om.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   tapi panggilan itu rasanya pas aku pakai karena factor perbedaan usia kami..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   …   sebagian yang lain memanggilnya Pak, sebagian yang lain seperti Bunda Ly memanggilnya dengan Mas, ada juga yang memanggilnya dengan Pah atau Papah ( kayak Julie) .. asal maksudnya bukan Opah aja, aku kira Om akan terima aja kok..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Oke deh&#8230;  meski masih banyak yang perlu diceritakan tentang beliau..  tapi cukuplah segini aja.. khawatir narcis elekhan nya itu nanti kumat..  hehehhe&#8230; becanda&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Om NH…..  still be our inspiration yaaa….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/hei-hei-sapa-diaaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serba Geulis di Tasik</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/serba-geulis-di-tasik.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/serba-geulis-di-tasik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 16:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[bordir]]></category>
		<category><![CDATA[kelom geulis]]></category>
		<category><![CDATA[mendong]]></category>
		<category><![CDATA[payung geulis]]></category>
		<category><![CDATA[sale pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Hai..hai.. pa kabar semua… Aku ingin cerita sedikit tentang Kota Tasikmalaya.  Kalo dipikir, sejak punya personal blog ini, tak pernah kuceritakan kota tempat tinggal aku sekarang.  Aku lahir di Bandung beberapa puluh tahun yang lalu, sampai usia 14 tahun aku tinggal di sana hingga kemudian pindah ke Tasik karena ayahku dipindahkan kerjanya ke sini.  Lima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hai..hai.. pa kabar semua…</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin cerita sedikit tentang Kota Tasikmalaya.  Kalo dipikir, sejak punya personal blog ini, tak pernah kuceritakan kota tempat tinggal aku sekarang.  Aku lahir di Bandung beberapa puluh tahun yang lalu, sampai usia 14 tahun aku tinggal di sana hingga kemudian pindah ke Tasik karena ayahku dipindahkan kerjanya ke sini.  Lima tahun sempat tinggal di Cirebon, dan sejak 2006 aku tinggal lagi di Tasik…  berarti klo dijumlahkan, sudah sekitar 16 tahun aku tinggal di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Walau tidak sepenuhnya mengenal kota ini, namun sepanjang yang aku tahu tingkat perekonomian warga kota ini cukup baik dan terus berkembang.  Jika berjalan-jalan ke pelosok kota atau desa, aku tidak pernah melihat kawasan kumuh atau kawasan yang masyarakatnya benar-benar miskin.  Warga Tasik dikenal sebagai pedagang atau wirausahawan.  Malah aku sering mendengar jika tukang kredit yang biasa ada di kota lain diduga sebagai warga Tasik <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bahasaku, aku bilang orang Tasik itu ‘apik’.  Banyak yang mengartikan &#8216;apik&#8217; itu pelit, namun aku cenderung mengartikannya sebagai orang yang sangat pandai mengelola keuangan.  Tapi jangan salah, di sisi yang lain, orang Tasik menurutku cenderung konsumtif.  Urusan pakaian, perhiasan, dan makanan menjadi kebutuhan yang sangat diutamakan.  Lihat saja mahasiswa yang kuliah di Bandung, Yogya atau Jakarta, maka biasanya penampilan orang tasik sangat modis <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  atau bahkan berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kecamatan di Tasik menjadi sentra industri rumah tangga yang produknya dijual ke luar kota bahkan ke luar negeri.  Kecamatan Cibeureum, daerah tempat tinggal ortuku sekarang, adalah kecamatan yang disebut sebagai sentra konveksi.  Jika sobat2 suatu saat ke Tasik, maka pada batas beberapa kecamatan terdapat gapura besar dengan tulisan sentra industri masing-masing kecamatan.  Di Kecamatan Cibeureum sendiri, memang banyak masyarakat yang membuka usaha konveksi, baik pakaian muslim anak, mukena anak-anak dan dewasa, baju koko, celana pendek, hingga pakaian dalam.  Dan yang aku tahu, sebagian besar produk tersebut terutama baju muslim dijual ke tanah abang Jakarta dan luar pulau Jawa.  Industri rumahan itu menyerap tenaga kerja cukup besar, mungkin itu sebabnya tingkat perekonomian warga sekitar khususnya, cukup baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kecamatan Kawalu, kecamatan ini adalah sentra industri bordir.  Sudah sejak dahulu, kecamatan ini dikenal sebagai penghasil baju bordir dan penjualannya hingga ke Negara Timur Tengah.  Termasuk produk di sentra ini adalah kerudung atau pakaian muslim yang berhiaskan manik2 atau mute.  Biasanya ibu-ibu atau remaja di sekitar sentra ini dilibatkan sebagai tenaga kerja lepas.  Untuk mengisi waktu luang, para ibu dan remaja ini  biasanya mengambil bahan pakaian atau kerudung setengah jadi untuk dipasangkan mutenya di rumah masing-masing.  Dan yang aku tahu, upah pemasangan mute ini  tidak terlalu tinggi jika dibandingkan tingkat kesulitan dan banyaknya mute yang harus dipasang.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .   Namun, lepas dari itu, kegiatan ini tentu positif, setidaknya, para ibu rumah tangga itu tidak menghabiskan waktu luangnya dengan merumpi atau nonton sinetron saja.. hehhee.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecamatan Purbaratu adalah sentra industri anyaman mendong.  Seperti di batas kecamatan lain, saat memasuki kecamatan ini terdapat gapura besar bertulisan ‘sentra industri anyaman mendong’ ( mendong adalah sejenis rumput yang panjangnya bisa mencapai sekitar 100 cm dan merupakan bahan pembuat tikar ..  (wikipedia) ). Kecamatan ini memang penghasil tikar atau anyaman lain berbahan mendong. Dan jangan salah, jika melihat ke beberapa home industri di kecamatan ini, mendong tersebut dibuat menjadi alat-alat rumah tangga yang sangat indah.  Tidak hanya tikar, tapi juga hiasan lain seperti lemari pakaian, keranjang, tas, dll dan penjualannya hingga ke luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sentra industri rumah tangga yang lain adalah penghasil makanan ringan khas Tasik seperti sale pisang, tape ketan, rengginang, seroja, opak ketan ( bahasa indonesianya ga tau apa.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), dan makanan ringan lain yang biasanya sih disebut makanan kampung..hehe…</p>
<p style="text-align: justify;">O iya, ada juga kecamatan yang dikenal sebagai penghasil sandal kayu atau biasa disebut kelom geulis.  Kelom ini dibuat dari beberapa jenis kayu seperti mahoni dan diberi ornament berupa ukiran.  Warnanya bisa macam-macam.. ada yang simple , ada juga yang menurutku modelnya terlalu heboh.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />    Sekarang, yang aku tau, pengrajin kelom ini makin berkurang, mungkin karena tingkat permintaannya di dalam kota Tasik itu sendiri makin berkurang.  Sebagian besar kelom geulis kini dijual ke luar daerah seperti Bandung.  Aku pribadi masih menyukai kelom geulis ini selama modelnya cukup sederhana atau simple.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecamatan Rajapolah, mungkin kecamatan yang paling dikenal masyarakat luar daerah karena letaknya dilewati kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Bandung/Jakarta yang mengambil jalur selatan  Di hari-hari libur apalagi Idul Fitri, daerah ini padat oleh masyarakat luar daerah yang akan membeli kerajinan bambu. Berbagai macam kerajinan bambu dan anyaman lain ada di sentra ini, termasuk sapu ijuk.  Aku jadi ingat saat eyangku masih ada, beliau selalu menggunakan sapu ijuk produksi Rajapolah karena kualitasnya bagus.  Padahal sih bagi aku ukuran sapu ijuk nya terlalu besar jadi beratnya pun lumayan.  Kalau disuruh nyapu, pastilah tangan sudah pegel duluan sebelum semua lantai disapu bersih…  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Di kecamatan yang lain, ada penghasil payung kertas atau disebut payung geulis. Sepertinya saat ini jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi bagaimanapun produk payung ini memberikan identitas tersendiri buat kecamatan itu.  Penggunaan payung kertas itu sendiri mungkin sudah sangat jarang, paling digunakan di acara2 adat seperti pernikahan atau sebagai hiasan saja.  Dan beberapa waktu lalu, sekolah TK si kecil melakukan kunjungan ke daerah ini, dan melihat proses pembuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_889" class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/11/Photo0211-2.jpg"><img class="size-large wp-image-889" title="Photo0211 (2)" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/11/Photo0211-2-1024x768.jpg" alt="Ibu ini sejak kelas 3 SD melukis di atas payung..." width="466" height="347" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu ini sejak kelas 3 SD melukis di atas payung...</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_890" class="wp-caption aligncenter" style="width: 475px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/11/Photo0213.jpg"><img class="size-large wp-image-890" title="Photo0213" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/11/Photo0213-1024x768.jpg" alt="menuliskan nama sendiri di atas payung..." width="465" height="327" /></a><p class="wp-caption-text">dede rafi menuliskan nama sendiri di atas payung...</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">***************************************</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hei.. tau ngga… sebenarnya kalau aku bertemu dengan teman-teman yang bukan warga Tasik, aku bukan mempromosikan produk dari sentra2 industri itu.. yang paling aku promosikan adalah baksonya..  kalau tidak percaya, buktikanlah sendiri.. kapan2 maen ke tasik dan ciciplah bakso restorannya..  enaakk banget loh.. dan rasanya belum pernah aku temukan di kota lain&#8230;   <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<h5></h5>
<h6>( catatan : karena umur makin nambah, aku berjanji untuk mengurangi mengonsumsi makanan berlemak seperti bakso… ini hanya pemberitahuan saja..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />    )</h6>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/serba-geulis-di-tasik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gila Bola, Gila F1</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 08:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[formula1]]></category>
		<category><![CDATA[maniak]]></category>
		<category><![CDATA[michael schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2010 Afsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ajang piala dunia 2010 sebentar lagi tiba.  Dari sisi jumlah penonton dan antusiasme, ajang ini bisa dibilang merupakan perlehatan olah raga terbesar di dunia.  Semua orang menyambutnya dengan heboh bahkan bagi masyarakat di Negara yang bukan (baca : belum dapat menjadi) partisipan piala dunia seperti Indonesia.  Dari beberapa bulan lalu, segala jenis pernak-pernik seputar piala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/zakumi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-795" title="zakumi" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/zakumi-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Ajang piala dunia 2010 sebentar lagi tiba.  Dari sisi jumlah penonton dan antusiasme, ajang ini bisa dibilang merupakan perlehatan olah raga terbesar di dunia.  Semua orang menyambutnya dengan heboh bahkan bagi masyarakat di Negara yang bukan (baca : belum dapat menjadi) partisipan piala dunia seperti Indonesia.  Dari beberapa bulan lalu, segala jenis pernak-pernik seputar piala dunia 2010 Afrika Selatan ini sudah mejeng di mall atau supermarket; mug, gantungan kunci, boneka, bola, dll.  Dan tentu saja, pernak –pernik ini laris terjual.  Media cetak dan elektronik pun menyiarkan berita seputar piala dunia mulai dari sejarah, pemain-pemain legenda, ulasan setiap tim, pelatih, wasit dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa begitu banyak orang yang menggilai bola ya? Rela begadang hingga pagi untuk menyaksikan tim kesayangan beraksi atau rela melewatkan acara lain pada jam-jam pertandingan bola diputar.  Apalagi kalo kita bicara tentang para maniak bola, biasanya mereka punya koleksi merchandise asli seputar bola dan tim kesayangan, mulai dari kaos tim, bola atau hingga rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli tiket menonton pertandingan bola di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum adam di lingkunganku juga sebagian besar menggilai bola, ayahku, kakak, adek, kakak ipar, sepupu, ponakan..semua cinta bola.  Aku sendiri biasanya hanya ikut kehebohannya saja.  Pertama kali mengikuti kehebohan nonton bola saat SD/SMP dulu, saat Persib bertanding melawan (klo ga salah) kesebelasan dari Medan.  Saat itu Ajat Sudrajat menjadi bintang sepak bola terkenal dari Persib.   Selanjutnya aku hanya beberapa kali nonton pertandingan bola di piala dunia, Liga Inggris dan Liga Italia saat zaman kuliah, itupun karena teman-teman kost, walaupun perempuan, ada yang begitu cinta bola.  Pertandingan yang paling aku ingat adalah final Piala Champion, saat Machester United  mampu memasukan 2 gol di 3-4 menit terakhir sebelum pertandingan berakhir.. aku lupa siapa lawannya saat itu… yang jelas sebagian pemain lawan beruraian air mata karena kekalahan tak terduga mereka dari MU.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagi sebagian orang yang lain, pertandingan bola adalah biasa-biasa saja, boro-boro menggilainya, mereka mengatakan…   ‘ hmm.. apanya si yang rame… Cuma lari-lari ngejar bola..satu bola direbutin 20 orang…  bikin pegel…’</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, tentu semua kembali pada selera masing-masing ya.  Yang jelas, bagi aku sendiri setiap jenis olah raga memiliki daya tarik sendiri.  Gerakan lincah sepasang kaki para pemain bola saat menggiring bola atau saat berebut bola dengan lawan adalah sebuah pemandangan ‘seni’ yang indah.   Begitupun dengan jenis olah raga lain……  bagaimana lincah dan lenturnya tubuh seorang pemain bulu tangkis mengembalikan kok ke arena lawan…  bagaimana seorang pemain basket mampu memprediksikan arah, kekuatan atau apalah namanya hingga bisa memasukkan bola ke dalam keranjang dalam jarak jauh diantara keuletan tangan-tangan lawan merebut bola itu… dsb… dsb…</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tahukah sodara-sodara, salah satu orang yang tidak begitu menyukai bola adalah ayahnya Onit. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Dulu, beliau hanya sesekali saja nonton pertandingan bola, jika tim yang bertanding adalah tim favorit banyak orang, itupun jika televisi menayangkannya tidak pada jam dini hari.  Jenis olah raga yang beliau gilai adalah Formula 1 ( F1 ).   Ya, klo F1 beliau cinta sekali.  Tak pernah sekalipun melewatkan ajang ini yang digelar setahun sekali.  Jagoannya adalah Michael Schumacher yang waktu itu tergabung dalam Tim Ferrari.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/MichaelSchumacher.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-796" title="MichaelSchumacher" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/MichaelSchumacher-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2000an, televisi yang menayangkan ajang F1 adalah TPI dan karenanya, beliau dengan mudah menyaksikan ajang ini di rumah, jam berapapun itu.  Lalu keadaan menjadi lain saat di tahun setelah itu, TV yang memiliki hak siarnya (klo tidak salah) adalah Global TV.  Waktu itu televisi di rumah kami, di Cirebon, tidak mampu menangkap channel ini, hingga setiap kali ingin nonton, beliau cukup repot.  Sesekali harus nonton ke rumah kakak ipar yang memasang antenna parabola, atau harus nonton di pub/café sebuah hotel yang biasanya membuat acara ‘nonton bareng F1’.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang aku ingat karena kegilaannya pada F1 ini.  Saat aku hamil besar ( 9 bulan ) anak pertama waktu itu, beliau memintaku untuk menemaninya nonton F1 di sebuah pub/café.  Tadinya aku menolak, biasanya beliau pergi mengajak ( memaksa) salah satu temannya.  Kebetulan seluruh teman dekat dan teman kantornya tidak ada yang menyukai F1 dan sayangnya, saat itu segala rayuan dan paksaan ke teman-temannya tidak mempan.. hingga beliau memintaku untuk menemaninya.  Akhirnya aku pun ikut.  Dengan perut besar dan tampilan berjilbab, aku menemaninya nonton di pub/café itu.  Setengah kursi-kursi di café itu dipenuhi bule-bule, sebagian lain dipenuhi komunitas pecinta F1…  Tentulah aku jadi manusia aneh di sana…  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Kejadian lain adalah saat aku baru saja melahirkan.  Kebetulan sekali, begitu pulang dari rumah sakit bersalin, ajang ini digelar pada jam tengah malam ( menyesuaikan sirkuit yang dipakai) .  Beliau meminta izin menginap malam itu di rumah kakak iparku untuk nonton F1.  Untung saja masih ada mamahku waktu itu hingga aku tak sendirian di rumah…  hehehe..  lebih berat bagiku jika harus melihat beliau bersedih karena tidak bisa menyaksikan jagoan dan mobil-mobil formula itu beradu kecepatan di sirkuit.  Kejadian lain yang aku ingat adalah ketika beliau tidak masuk kerja alias bolos gara-gara jagoannya, Michael Schumacher kalah.. <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />     menurutnya, badannya terasa lemas semua gara-gara Michael Schumacher kalah….</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kadang aku tak habis pikir… kok bisa ya segitu cintanya pada F1…   hmmm…  tapi ya itulah…   sebagai orang yang tidak menggilai jenis olah raga tertentu, aku tak bisa merasakannya… dan melihat ‘kegilaan’ orang-orang sekitar pada bola, pada F1 atau pada jenis olah raga lain .. rasanya jadi agak aneh…..  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">So…   apakah sobat-sobat adalah pecinta bola? Pecinta F1 ? atau tidak dua-duanya  ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/gila-bola-gila-f1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 01:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Saat tinggal dan bekerja di Cirebon dulu, temanku banyak sekali.  Tadinya, aku mengajar dan menjadi sekretaris jurusan di salah satu universitas swasta di sana.  Lalu, karena punya anak, jabatan strukturalnya aku lepas hingga aku hanya mengajar dua kali seminggu saja.  Seiring dengan berjalannya waktu, anak pertamaku sudah agak besar,  maka aku putuskan untuk kembali bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_01471.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-776" title="PIC_0147" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_01471-300x225.jpg" alt="" width="253" height="189" /></a>Saat tinggal dan bekerja di Cirebon dulu, temanku banyak sekali.  Tadinya, aku mengajar dan menjadi sekretaris jurusan di salah satu universitas swasta di sana.  Lalu, karena punya anak, jabatan strukturalnya aku lepas hingga aku hanya mengajar dua kali seminggu saja.  Seiring dengan berjalannya waktu, anak pertamaku sudah agak besar,  maka aku putuskan untuk kembali bekerja penuh.  Akupun bekerja di salah satu perusahaan ekspor di Cirebon.  Jam ngajarpun aku pindah ke Hari Sabtu saja.  Senin hingga Jum’at  aku jadi kuli di perusahaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bosku sangat mempercayai aku ‘memegang’ uang perusahaan.  Jika tidak jujur, dengan mudah aku cepat kaya karena uang pribadi si Bos seringkali campur aduk dengan uang perusahaan.. heheh…  dan nilainya ga sedikit, bisa belasan juta rupiah.  Bos cowok adalah warga Australia, sementara istrinya, Bos cewek adalah warga Chinese.  Meski mereka cukup galak, tapi pada dasarnya mereka baik sekali.  Teman-temanku di tempat kerja itu juga baik banget.  Aku sayang mereka semua.  Saat aku terpuruk sedih dulu, mereka selalu ada menghiburku.  Selain itu, sang driver selalu siap mengantar aku jika ingin makan siang di luar, sang koki juga sering menyediakan aku masakan atau cemilan dan teman-teman selalu menemani aku agar tidak melamun.  Ini dia mereka :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_766" class="wp-caption aligncenter" style="width: 198px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0020.jpg"><img class="size-medium wp-image-766" title="agus, sang driver sekaligus asisten bos" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0020-225x300.jpg" alt="agus, sang driver sekaligus asisten bos" width="188" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">agus, sang driver sekaligus asisten bos</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_767" class="wp-caption aligncenter" style="width: 205px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0025.jpg"><img class="size-medium wp-image-767" title="th. 2005" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0025-225x300.jpg" alt="th. 2005" width="195" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">th. 2005</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_768" class="wp-caption aligncenter" style="width: 189px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0009.jpg"><img class="size-medium wp-image-768" title="mbak neti, sang koki" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0009-225x300.jpg" alt="mbak neti, sang koki" width="179" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">mbak neti, sang koki</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_769" class="wp-caption aligncenter" style="width: 198px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/Photo-Iceu-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-769" title="th 2004" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/Photo-Iceu-3-228x300.jpg" alt="th 2004" width="188" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">th 2004</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu, ketika aku putuskan untuk resign dari sana ( tahun 2006) dan satu tahun kemudian bergabung dengan teman-teman BSD, aku jadi punya teman-teman baru lagi.  Sebagian teman BSD adalah teman mengajar dulu.  Mereka juga resign dari mengajar dan memilih mendirikan perusahaan bidang IT di BSD.  Suasana kerja di BSD tidak terlalu formal.  Sah-sah saja jika ke kantor hanya menggunakan jeans dan kaos.  Meski demikian, setiap nilai proyek yang kami kerjakan, nilainya   cukup besar.  Awalnya kami menjadi sub kon dari sebuah perusahaan rekanan pemerintah.  Kami mengerjakan pembuatan CD interaktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, kami sedang mengerjakan pembuatan CD interaktif dengan materi Asuhan Kebidanan.  CDi ini masih dalam tahap penyelesaian oleh para animator.  Tugasku sendiri sudah selesai sejak akhir Bulan Februari lalu.  Saat sedang santai, kami biasa berkumpul untuk sekedar ber haha-hihi.  Atau sesekali kami  nonton film bareng di BSD Plaza atau di Summarecon.  Atau sesekali teriak-teriak ga karuan di InulVista.  Ini sebagian teman-teman di BSD saat mengerjakan CDi yang terakhir :</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1065.jpg"><img class="size-medium wp-image-760" title="lagi istirahat seusai ngambil gambar" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1065-300x224.jpg" alt="lagi istirahat seusai ngambil gambar" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">lagi istirahat seusai ngambil gambar</p></div>
<div id="attachment_762" class="wp-caption aligncenter" style="width: 276px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0489.jpg"><img class="size-medium wp-image-762" title="santai tapi serius" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0489-300x224.jpg" alt="santai tapi serius" width="266" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">santai tapi serius</p></div>
<div id="attachment_761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1068.jpg"><img class="size-medium wp-image-761 " title="yang cewek adalah bidan2 baru lulus dari akbid bogor" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1068-300x224.jpg" alt="keliatan deh aku paling tua" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">yang cewek adalah bidan2 baru lulus dari akbid bogor</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_785" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1069.jpg"><img class="size-medium wp-image-785" title="makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua :) )" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1069-300x224.jpg" alt="makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua :) )" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">makan kerupuk (keliatan deh aku paling tua <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kini, selain sesekali aktif/membantu adikku di Lembaga Penyuluhan Kanker dan jualan software, aku sangat focus pada bisnis onlineku.  Karenanya, tidak ada lagi suasana ramai berhaha-hihi apalagi nonton film bareng-bareng.  Temanku kini adalah tembok-tembok kamar dan si pinky bear, si belang, si dino, si bintang dan lain-lain J.  Jika ingin ‘bercakap-cakap’ aku kemudian membuka blog sobat-sobat  (Thanks God.. untung saja ada kalian….  ).  Atau sesekali aku pergi ke Yogyakarta, kota favoritku.  Selain urusan pekerjaan juga, kadang aku ke sana hanya untuk refresing saja.  kadang aku ke sana dan bertemu dengan teman yang berdomisili di Yogya atau aku dan teman-teman BSD-Cirebon janjian untuk ketemu di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_772" class="wp-caption aligncenter" style="width: 258px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0150.jpg"><img class="size-medium wp-image-772" title="angkringan tugu yogya" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0150-300x225.jpg" alt="angkringan tugu yogya" width="248" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">angkringan tugu yogya</p></div>
<div id="attachment_773" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00689.jpg"><img class="size-medium wp-image-773" title="membatik, di sudut toko mirota batik" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00689-225x300.jpg" alt="membatik, di sudut toko mirota batik" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">membatik, di sudut toko mirota batik</p></div>
<div id="attachment_774" class="wp-caption aligncenter" style="width: 255px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0142.jpg"><img class="size-medium wp-image-774" title="di angkringan, 2010" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0142-300x225.jpg" alt="di angkringan, 2010" width="245" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">di angkringan, 2010</p></div>
<div id="attachment_775" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00532.jpg"><img class="size-medium wp-image-775" title="di candi mendut, 2010" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00532-225x300.jpg" alt="di candi mendut, 2010" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">di candi mendut, 2010</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Yes indeed, hidup adalah pilihan…  dan rasanya, apa yang IA  pilihkan untukku adalah yang terbaik… semoga…</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/mo-update-ajah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setengah Centi dan 3 Mili</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 10:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>
		<category><![CDATA[3 mili]]></category>
		<category><![CDATA[cukur rambut]]></category>
		<category><![CDATA[setengah centi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, usai sekolah, aku berniat membawa si kecil, dede rafi,  ke tukang cukur rambut.  Jenis rambut anakku ini sangat lurus, bak sapu ijuk.  Jika dibiarkan tumbuh terus, modelnya menjadi seperti durian.  Selain itu, udara di kampungku ini makin hari makin panas saja rasanya, jadi  walau rambutnya belom panjang-panjang banget, aku melihat biang keringat tumbuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-752" title="IMG_1100" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Hari ini, usai sekolah, aku berniat membawa si kecil, dede rafi,  ke tukang cukur rambut.  Jenis rambut anakku ini sangat lurus, bak sapu ijuk.  Jika dibiarkan tumbuh terus, modelnya menjadi seperti durian.  Selain itu, udara di kampungku ini makin hari makin panas saja rasanya, jadi  walau rambutnya belom panjang-panjang banget, aku melihat biang keringat tumbuh bermunculan di bagian kening anakku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena dipotong tanpa model, maka aku biasa membawa si kecil ini potong rambut di ‘pangkas rambut madura’ yang kebetulan terletak tidak jauh dari sekolahnya.  Pun demikian dengan hari ini, aku membawa rafi ke tempat biasa, namun tukang cukurnya bukan orang yang sama seperti biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba giliran rafi dicukur :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“ Bang.. ini rambutnya dipotong rata aja… setengah centi ya… “ </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“oo.. iya Bu…”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu, ketika rafi sudah duduk di kursi cukur, aku berubah pikiran..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“eh Bang… 3 mili aja deh.. rambutnya gampang banget tumbuh… “ </em>kataku<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“oo.. kalo 3 mili..justru tidak jauh dari yang sekarang Bu…  malah lebih cepet panjang..  paling pendek itu, ya setengah centi… “ </em>jawab tukang cukur mantap.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“ oo.. bukannya 3 mili lebih pendek dari setengah centi Bang..? “ </em>tanyaku<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“ngga Bu.. kalau mo lebih pendek dari setengah centi, ya berarti gundul plontos Bu… “</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
“.. o.. gitu.. ya udah.. setengah centi deh…”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Akupun hanya senyum sendiri dalam hati… ‘sejak kapan 3 mili lebih panjang dari setengah centi ya?  Atau khusus untuk orang ini ini, aturannya seperti pas photo… 3 x 4 = 2000 ? ‘</p>
<p style="text-align: justify;">Heheheh… ya sutralah.. yang penting anakku tampak nyaman dicukur oleh orang ini..  dan hasil cukurannya, persis seperti apa yang aku inginkan…  3 milimeter.. !!!    <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   lihat saja :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">

<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/image_00115' title='IMAGE_00115'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00115-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kira-kira setahun lalu" title="IMAGE_00115" /></a>
<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/image_00694' title='IMAGE_00694'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMAGE_00694-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="hari ini" title="IMAGE_00694" /></a>
<a href='http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/img_1100' title='IMG_1100'><img width="150" height="150" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_1100-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1100" title="IMG_1100" /></a>

<p>So&#8230;. kapan sobat-sobat terakhir kali menemani buah hati ke salon/tukang cukur ?</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/setengah-centi-dan-3-mili.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lalat vs Semut #2</title>
		<link>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html</link>
		<comments>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 01:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceuceu</dc:creator>
				<category><![CDATA[easy story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourlovenotes.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Pada kenyataannya, seekor semut tak mungkin menang jika harus beradu kecepatan dengan lalat.  Namun, pancasilanya semut menjadikan ia sebagai salah satu serangga yang tak mudah dikalahkan begitu saja oleh hewan lainnya.  Itu pula sebabnya jika makhluk hidup lainnya seperti manusia  ‘suit’ maka jempol sebagai lambang gajah dinyatakan kalah oleh kelingking, sebagai lambang semut. Ketika perihutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/antfly.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-715" title="antfly" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/antfly-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a>Pada kenyataannya, seekor semut tak mungkin menang jika harus beradu kecepatan dengan lalat.  Namun, <em>pancasilanya semut</em> menjadikan ia sebagai salah satu serangga yang tak mudah dikalahkan begitu saja oleh hewan lainnya.  Itu pula sebabnya jika makhluk hidup lainnya seperti manusia  ‘suit’ maka jempol sebagai lambang gajah dinyatakan kalah oleh kelingking, sebagai lambang semut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika <strong><em>perihutan</em></strong> datang dan lomba akan dimulai, semut sama sekali tak memperlihatkan wajah cemas atau sedih.  Dengan tegapnya, ia mendekati garis start bersama lalat untuk berlomba mencapai buah nangka yang berjarak sekitar 30 meter di hadapannya.  Sesaat sebelum peri hutan meniup peluit, si lalat berbisik mendekati semut..</p>
<p style="text-align: justify;">“ <strong><em>lo ga mungkin menang Mut… lo hanya akan mempermalukan diri lo sendiri… sudahlah.. mundur saja…</em></strong>”….</p>
<p style="text-align: justify;">Kata-kata si lalat begitu nyaring terdengar di telinga semut.   Namun bukan semut namanya jika ia tidak bisa tetap tenang menghadapi keangkuhan lalat..   “<em>tidak ada kata kalah sebelum bertanding</em>”  … gumam nya dalam hati.  Ia kemudian hanya menjawab keangkuhan lalat dengan senyum.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em><strong>Prittttt…… </strong></em>“   <strong><em>perihutan</em></strong> meniup peluit tanda lomba itu dimulai.  Semut lalu berjalan meninggalkan garis start dengan sangat tenang.  Beberapa kawannya, sebangsa semut merah dan <em>kararangge</em> yang ada di hutan itu turut menyaksikan jalannya lomba dengan wajah pasrah.  Namun demikian, semut berjalan dengan sangat tenang, baginya kemenangan bukanlah tujuan akhir.. kerja keras dan keyakinanlah yang memberikan kekuatan padanya untuk tetap mengikuti lomba ini.   Sementara itu, sang lalat masih tetap berdiri di belakang garis start.  Ia masih di sana dan tidak beranjak sedikitpun.</p>
<p style="text-align: justify;">“ <strong><em>hai semut… biarlah kau duluan berjalan ke sana… aku hanya perlu waktu 2 detik saja untuk sampai ke garis finish…</em></strong>”      ia berteriak sambil tertawa terbahak-bahak.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika saja kecepatan terbang lalat adalah 50 km/jam maka untuk sampai ke garis finish yang berjarak 30m, ia hanya membutuhkan waktu 0.036 menit atau 2.16 detik saja.  Sementara si semut dengan kecepatan berjalan 0.5 km per jam maka ia butuh waktu 3.6 menit atau 216 detik untuk mencapai buah nangka itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Siput, semut merah, keong, <em><strong>perihutan</strong></em> serta ilalang yang pagi itu turut menyaksikan jalannya lomba hanya berharap-harap cemas..</p>
<p style="text-align: justify;">“<strong><em>di hitung dari sudut manapun, semut tak mungkin menang ya</em></strong>…”     bisik mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi seekor angsa putih yang datang belakangan menimpali…  ” <em>ingat kawan, kita harus percaya bahwa keajaiban itu ada.  Cobalah kalian baca buku <span style="color: #000080;">MT : Belajar Hidup dari si Miskin.</span> Aku mendapatkan buku itu dari sahabatku <strong>GerhanaCoklat</strong> tempo hari… ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil di sana.  Bahwa hanya orang-orang yang optimis dan bekerja keraslah yang akan menjadi pemenang hidup ini…    atau kalian baca buku “<span style="color: #000080;">Moga Bunda Disayang Allah</span>” .. ada keajaiban hidup di sana.. tapi kalian harus tahu, bahwa keajaiban itu datang jika kita telah berusaha seoptimal mungkin,  dan datangnya justru di saat kita telah pasrah dan menyerahkan semua urusan kita padaNya…” </em></p>
<p style="text-align: justify;">Penonton yang mendengarkan ocehan si angsa hanya manggut-manggut… hingga peri hutan mengomentari …</p>
<p style="text-align: justify;">” <strong><em>hmm… buku-buku itu pasti hadiah dari sahabat2 mu ya Sa…? </em></strong>“  …</p>
<p style="text-align: justify;">“ <em><strong>kok tahu si Ri….?</strong></em>”   Si angsa hanya cengengesan kemudian berkata.. “ <strong><em>ya..buku-buku itu hadiah dan mereka berharga sekali buatku…  nekjika kau sedang tidak sibuk, sempatkanlah untuk membacanya</em></strong> “.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketika hanya tinggal beberapa meter saja si semut mencapai garis finish, lalat dengan gesitnya terbang meninggalkan garis start….</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wuusshhh….!!!</strong> Suara dengung dari kepak sayapnya terdengar jelas hingga pucuk-pucuk ilalang  … mereka ikut bergetar.. ….</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ketika ia melintasi si semut yang masih berjalan dengan senyum dan gagahnya, ia memalingkan kepalanya sambil berkata     ‘ <em><strong>hahaha…  Mut.. lo capek ya… udah gue bilang.. gue pasti menang.. hahahha…  ’ </strong></em>…..</p>
<p style="text-align: justify;">lalu dalam sekejap saja.. ….</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>happ…!! </strong> lalat hinggap tanpa melihat  lokasi pendaratan,  dan ia mendarat tepat pada pangkal buah nangka yang penuh getah….</p>
<p style="text-align: justify;">“<em><strong>oww..   kakiku…  semua kakiku terkena getah…  arhh..aku tak bisa bergerak…. !! “ …</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kejadian itu, semua penonton hanya terpana…  mereka lalu beralih memandangi si semut yang tetap tersenyum sambil berjalan menuju daging buah nangka..</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan penuh percaya diri, semut akhirnya sampai garis finish… buah nangka itu.  Dicarinya jalan dengan hati-hati agar langkahnya tak terjerembab masuk menembus getah, hingga sampailah di antara  daging buang nangka yang harum berwarna kuning itu.    Ia kemudian mengajak semua penonton yang hadir untuk bersama-sama menikmati buah nangka.  Dan tentu, tanpa dikomandoi, segerombolan semut lainnya tiba-tiba datang menikmati buah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara si lalat, karena bukan termasuk satwa berleher panjang, tentu saja mulutnya tak mampu mencapai daging buah nangka yang hanya berjarak beberapa centimeter saja di depan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun sampai terlebih dahulu, ia tak dapat menikmati daging buah nangka yang lezat karena keangkuhannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">the end &#8230;  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
*********************************</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Kisah ini, adalah lanjutan dari kisah lalat vs semut,  <a href=" http://guskar.com/2010/03/31/lalat-vs-semut/">di sini</a>.    Dan ini, adalah buku dongeng sebagai cinderamata dari acara DMKD tersebut.   ( &#8230;. dan  <strong>perihutan</strong> pun kembali bergumam.. ‘<em>lagi-lagi pamer hadiah</em>..! ‘  <img src='http://ourlovenotes.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   )</p>
<p style="text-align: center;">
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/IMAGE_00616.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-716" title="IMAGE_00616" src="http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/04/IMAGE_00616-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourlovenotes.com/lalat-vs-semut-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

