Harusnya aku sudah posting coretan ini beberapa hari lalu, tapi hari Kamis-Sabtu kemaren aku ke Yogyakarta ( melepas kangen…) maka baru malam ini aku kembali membuka lappie ku dan menengok beberapa webku.
Tulisan ini adalah tentang rasa cinta ku terhadap bangsa Indonesia. Bagaimanapun aku lahir disini dan mungkin juga akan mati disini maka meski banyak kekurangan disana sini, rasa nasionalis, rasa kebangsaan dan rasa cinta pada negeri ini begitu besar… aku yakin teman-temanpun sama.
Awalnya ketika beberapa hari ini, berita di televisi menayangkan kasus Siti Hajar, seorang TKW asal negeri kita yang bekerja di Malaysia, bagian muka, kepala dan sebagian tubuhnya yang lain disiram air panas oleh majikannya hingga melepuh (bahkan rusak parah). Lalu chanel televisi lain, menayangkan kapal Malaysia yang melanggar batas kedaulatan negeri ini di Ambalat… dan aku merasa terusik. Sebenarnya memang bukan baru kali ini aku kesal dengan beberapa kasus yang berhubungan dengan Malaysia, namun karena aku sekarang punya tempat ‘penyaluran’ maka jadilah rasa kesal itu aku tulis disini. Uhh… ada apa sih dengan Malaysia…??
Kasus di atas hanyalah kelanjutan dari kasus yang sama dan sudah terjadi sejak lama. Sudah berapa banyak tkw asal negeri kita disiksa di Negara yang katanya serumpun dengan bangsa ini. Negara yang masyarakatnya terlihat alim. Hmm…lalu mengapa negeri kita begitu sabar menghadapainya.., seperti kucing yang kehilangan taring. Ingat kasus illegal logging beberapa waktu lalu ? ( mungkin saat inipun kasus ini masih terjadi ), beberapa penadah kayu yang dirampok dari negeri kita juga ternyata warga Malaysia.
Aku bukan ingin menyebarkan kebencian..(nanti ditangkep ma polisi…hiks) tapi aku gerah dengan beberapa kasus tkw, kedaulatan RI dan kasus lain yang berkaitan dengan Malaysia. Dan kita sebagai bangsa terlalu ‘sabar’.. . Dibanding dengan Amerika, yang sering kita demo, Malaysia jelas-jelas ‘menyenggol’ bangsa ini secara langsung.
Oke..bersamaan dengan kekesalanku atas kekerasan yang menimpa tkw, aku pikir kita juga perlu melakukan evaluasi menyeluruh tentang itu. Aku sadar benar bahwa mencari pekerjaan di Indonesia memang tak mudah, menjadi tkw bagi sebagian orang adalah solusi, dan itu tak salah. Namun kita juga sebagai bangsa memiliki harga diri, sehingga penegakkan hukum atas kekerasan yang dilakukan warga Malaysia terhadap warga kita adalah keharusan. Dan bersamaan dengan itu, evaluasi internal di dalam negeri juga harus dilakukan, salah satunya adalah dengan memastikan bahwa warga yang dikirim sebagai tkw adalah warga yang benar-benar memiliki keterampilan. Mungkin pemerintah harus lebih memperketat izin pendirian perusahaan jasa TKI dan melakukan evaluasi rutin atas aktifitas PJTKI tersebut dalam menyediakan dan menyalurkan warga yang akan bekerja sebagai TKI. Itu menurutku.
Nah.. tentang pelanggaran batas wilayah negara.. ini adalah kasus yang tidak dapat DIKOMPROMI !!! kita adalah bangsa yang berdaulat, pelanggaran batas atas sejengkal tanah atau perairan negeri adalah penghinaan atas diri kita sebagai bangsa. Mana rasa hormat mereka terhadap kita..?? mana rasa penghargaan mereka terhadap kita..?? apa kita akan terus sabar menyelesaikannya dengan diplomasi..?? It’s enough…!! Bila perlu angkat senjata.. kita pasti menang..!! Aku berharap pemimpin negeri kita dapat sangat tegas menyikapi ini.
Oya, karena saat ini momennya bertepatan dengan pilpres maka aku pikir, selain pemulihan ekonomi sebagai agenda utama, maka capres yang pantas kita pilih adalah capres yang dapat lebih mempertegas eksistensi bangsa ini di mata dunia…! Setuju ga..?
Aku mengajak seluruh sobat sebangsa dan setanah air..agar terus mengobarkan semangat dan cinta terhadap negeri ini. Berkaryalah untuk negeri ini, lawan segala keburukan negeri dengan memulai hidup ’bersih’ dimulai dari diri kita sendiri. Jika Malaysia atau Negara mana saja melakukan kekerasan terhadap warga kita apa lagi melanggar batas kedaulatan bangsa …kita harus punya sikap,,,dan siap berhadapan dengan mereka..!
Jika merasa cinta akan bangsa ini, dan jika berkenan, tempelkan banner I Love Indonesia di blogmu ya… peace..!!
semoga malaysia bisa segera sadar….
Wah jangan sampe deh terjadi perang dgn Malaysia, malu …
Bakalan banyak saudara2 kita yg terusir dari sana.
Mereka kebanyakan adalah pekerja.
Ayo membangun bangsa ini agar kita tdk dilecehkan oleh negara sekelas malaysia.
Tapi kita perlu merasa memiliki indonesia dengan sepenuh hati, bagaimanapun kekurangannya kita setiap hari bernafas & berpijak di tanah tercinta ini. Mari kita lakukan yang terbaik untuk negri kita yang tidak ada duanya, jangan pernah berpikir ini sudah ada yang mengurus, kita perlu merawat tempat tinggal kita.
I LOVE U INDONESIA..
sangat tidak berlebihan.. justru itu yang seharusnya…
Sama sepertinya aku juga sangat menyesalkan sikap pemerintah yang menurut aku “sangat lembek”…
erapa ratus kali kita dihina.. dilecehkan.. tapi anehnya bangsa ini sangat cuek…
Aku ikut dukug kampanye ini,… !!!
@Acha : Rasanya bangsa kita bisa hidup dengan kekuatan sendiri… apalagi bangsa ini terbiasa “prihatin” Saya sangat yakin klo seluruh WNI yang tinggal dimalaysia ditarik,.. Bedebah itu juga yang kalang kabut.
what a smart idea!saya setuju sekali sis.Cara satu-satunya untuk memulihkan harga diri Indonesia adalah memblokir pengiriman TKI ke Luar Negeri.
waduh benar juga tuh…malaysia memang kadang kadang suka nakal…suka cari cari masalah…! tapi untunglah bangsa indonesia merupakan bangsa yg dewasa berfikirnya, bangsa yang penuh dengan kesabaran dalam menghadapi masalah masalah negara ini….sehingga slalu mengedepankan musyawarah dan jalan perdamaian dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga …terlihat jelas bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang arif dan bijaksana…!
Sepertinya memang ada yg harus bikin penelitian (yg paling sederhana misalnya skripsi): bagaimana image Indonesia di mata Malaysia? Karena semua itu bersumber dari image/citra. Dulu Malaysia tidak berani “macam”2 dgn Indonesia, karena mungkin mereka segan dgn kita (kalau gak mau dibilang takut). Tapi beberapa tahun belakangan ini, kayaknya keseganan itu hilang tanpa bekas. Apa penyebabnya? Apakah citra Indonesia yg memburuk? Apakah karena masyarakatnya? Apakah karena pemimpinnya? Atau hal2 lain?
Saya juga belum tahu kenapa…
Malaysia emang sering kelewat batas,sebenarnya merupakan fakta bahwa mereka iri sajaa pada tetangganya
iya ya.. kalo kita g bs mendidik mereka supaya jadi ‘bener’ lebih baik kita yang didik bangsa sendiri untuk jadi lebih baik..
dengan memblokir TKI ke sini boleh juga sih.. paling ntar mereka kelabakan nyari pembantu yang rajin dan cekatan.
@ denologis : iya kalo sadar mas..kalo kagak…?
@ acha : memang banyak warga kita yang bekerja disana..justru mereka harusnya berterima kasih, tanpa mereka aktifitas perekonomian malaysia juga bisa roboh..eh..ini kok malah bikin ulah.. kan terlalu mas..
@ david : jadi setuju ga untuk bersikap tegas ma malaysia?
@ oopshey : oke…seepp..
@ aisha : itu juga bisa sis..!
@ angga chen : kelebihan bangsa yang bisa jadi kelemahan kali ya..
@ ariyanti : rasanya citra buruk bangsa (klo memang iya..) tidak berkorelasi dengan kesewenangan bangsa lain (malaysia) atas bangsa ini..
@ mr physco : iya kali ya…iri.. weleh2..
@ shanty : bener sis..!
kalaupun akhirnya harus perang,…tentunya saya di planet natuna yang terletak di perbatasan NKRI, akan siap untuk menumpahkan darah demi merah putih.
Nampaknya kita harus berperang untuk mencapai sebuah perdamaian. Anehkan ?
terimakasih telah berkunjung di blog saya. sekalian izin ngelink blog ceuceu ya,?..xixixi
saya setuju untuk memilih capres yang berani menegakkan kedaulatan Indonesia, tapi siapa?
tentang TKI, bisa ga sih KBRI kita menerapkan wajib lapor sebulan sekali untuk mereka yang kerja disana untuk meyakinkan mereka bekerja dengan normal & wajar? shingga bisa langsung menindak oknum2 yang ga bertanggungjawab.
ngerepotin KBRI? ya emang, tapi kan mereka juga sumber devisa yang ga sedikit?! setimpal ga?
ACI (Aku Cinta Indonesia)
sbetulnya ga pengen jadi berantem sama malaysia
tapi emang cukup brengsek yah malaysia itu!
adaaaaaaaaaaaaaaaa aja cacatnya yang bikin kita panas dan kayanya kok emang ngajakin perang!!!!
perang ya…?wah selagi ada jalan keluar yang baik yang bisa di kompromikan kayanya lebih baik ambil jalan itu aja deh…perang kan hanya merusak negara aja,,trus kita belangsak lagi…terkecuali ga ada jalan keluar lagi ya apa boleh buat..tapi saya yakin pemerintah lebih paham akan hal ini mana yang harus di ambil langkahnya…..
pisssssssss aku suka itu
Kita harus buktikan bahwa negara kita lebih maju daripada Malaysia agar kita tidak terus menerus diperlakukan seenaknya.
cuekin aja yang namanya malingsia (malaysia .red)
********KONTES BLOG Klik DISINI ***********
Kita harus jadi bangsa yang berani…
Jangan jadi bangsa yang penakut, yang bisa’x cuma omdo doank, hheu…
But, kita tunggu deh kelanjutannya ntar…
Btw, lam kenal yah…
Jangan lupa mampir balik, hehhehe…
I love Indonesia too. Emang tetangga satu itu suka aneh n cari gara-gara. bukan cuman Ambalat dan Siti Hajar, tapi angklung, batik, reog pun mau dicuri juga. Kita harus pertahankan.
hmm, antar tetangga dekat justru sering ga akur. pertama, ekonomi kita perlu diperbaiki terus hingga ga harus mengirim tenaga kerja ke malaysia. kedua, kedubes kita di malaysia harus dipertimbangkan lagi, perlu dipertahankan atau ditarik saja.
iya malingsia itu emang aneh,, sukanya kok menyakiti indonesia.. ga manohara, ga tki, ga ambalat.,.duuuh
ceu..pa kabar ceu? sibuk ya ceu.. hehehehe
Boleh saya minta gambar I Love Indonesianya untuk saya pajang di rumah saya Ceu? Nuhun
@ ode : oo..boleh2 aja kok.. gratis..hehhe
senang mendengar anak muda negeri ini masih memiliki rasa kebangsaan yang tinggi.
musuh terbesar kita bukanlah musuh nyata seperti Malaysia, tapi musuh yang tak nyata.
selengkapnya ada di Imperialime Budaya